Buka Lomba Paduan Suara PGRI, Bupati Belu Instruksikan Guru Fokus Tuntaskan Masalah Baca Tulis

HARAPAN UNTUK PENDIDIKAN: Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, saat memberikan sambutan pada pembukaan Lomba Paduan Suara PGRI di Gedung Wanita Betelalenok (30/04). Di tengah kemeriahan acara, Bupati memberikan instruksi keras kepada para guru untuk memprioritaskan kemampuan baca tulis siswa sebagai fondasi utama pendidikan di Kabupaten Belu.

ATAMBUA, Trans Timor News – Menjelang puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Belu menggelar lomba paduan suara antar-kecamatan se-Kabupaten Belu. Kegiatan bertema “Melodi Pendidikan Guru Bergerak, Indonesia Pintar” ini berlangsung semarak di Gedung Wanita Betelalenok, Kamis (30/04/2026).

Meskipun acara dibalut dengan kompetisi seni, Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, memanfaatkan momentum ini untuk memberikan penegasan serius terkait kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Belu.

Sorotan Tajam Terhadap Literasi dan Numerasi

Bupati Willy Lay mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi pendidikan di Kabupaten Belu yang saat ini menempati peringkat ke-3 dari bawah. Ia menyoroti fenomena masih adanya siswa kelas 4 dan 5 SD yang belum lancar membaca maupun menulis.

“Saya minta seluruh Kepala Sekolah dan Guru SD memperhatikan masalah literasi dan numerasi. Sangat memprihatinkan ketika anak mau naik kelas 5 tapi belum bisa menulis nama sendiri. Lulusan SD harus sudah bisa baca dan tulis dengan baik,” tegas Bupati Willy dalam sambutannya.

Sebagai langkah konkret, Bupati menginstruksikan adanya perubahan sistemik mulai setelah peringatan Hardiknas 2 Mei mendatang. Guru diwajibkan memantau ketat siswa kelas 1 dan 2, serta membangun kolaborasi aktif dengan orang tua untuk mengawasi perkembangan belajar anak di rumah.

Hidupkan Kearifan Lokal dan Bahasa Ibu

Selain kemampuan akademik, Bupati juga meminta sekolah-sekolah mengaktifkan kembali mata pelajaran Muatan Lokal. Beliau menekankan pentingnya penggunaan bahasa daerah pada hari-hari tertentu agar generasi muda tidak kehilangan identitas budayanya.

“Mari kita hidupkan kembali hal-hal yang berkaitan dengan kearifan lokal kita. Kita lihat sekarang banyak anak di kota yang sudah tidak bisa bahasa ibu,” tambahnya.

Kebangkitan PGRI Belu sebagai Rumah Perjuangan

Ketua PGRI Kabupaten Belu, Yanurius Antonius Wadan Talok, S.Pd, melaporkan bahwa organisasi ini berkomitmen untuk bangkit kembali setelah sempat mengalami stagnasi. Sejak menerima mandat pada 13 Desember 2025, pengurus baru berjanji menjadikan PGRI sebagai rumah besar perjuangan guru.

Lomba paduan suara ini sendiri diikuti oleh 11 tim vokal grup dari berbagai wilayah di Kabupaten Belu sebagai ajang meningkatkan kekompakan dan apresiasi terhadap profesi guru.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Belu, pimpinan OPD, Dewan Juri, para Kepala Sekolah, serta ratusan peserta lomba dari berbagai kecamatan.RM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *