DILI transtimornews.id – Panglima Angkatan Bersenjata Timor-Leste (F-FDTL), Letnan Jenderal Domingos Falur Rate Laek, bersama Komandan Jenderal PNTL, Komisaris Jenderal Polisi Henrique da Costa, para pejabat F-DTL dan PNTL, termasuk tim satuan tugas gabungan, melakukan inspeksi akhir terhadap tempat-tempat yang akan dikunjungi Paus Fransiskus selama tiga (3) hari, dari 9 hingga 11 September 2024.
Inspeksi dilakukan di Pelabuhan Dili untuk meninjau kesiapan tim gabungan satuan tugas yang ditempatkan di area tersebut guna menjaga keamanan wilayah laut selama kunjungan Paus ke Timor-Leste.
Komandan PNTL dan F-FDTL juga melakukan inspeksi terhadap tim gabungan yang ditempatkan di Farol, dekat kediaman Nunciatura (Kedutaan Besar Vatikan). Di sini, komandan F-FDTL dan PNTL memberikan arahan kepada para anggota untuk memastikan keamanan tempat tersebut, karena selama kunjungan Paus Fransiskus di Timor-Leste, Paus akan tinggal di Nunciatura.
Selain itu, kedua komandan juga melakukan inspeksi di Bandara Internasional Nicolau Lobato Comoro untuk meninjau persiapan tim gabungan yang ditempatkan di area tersebut guna memberikan keamanan maksimal kepada Paus dan delegasinya saat turun dari pesawat.

Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste (F-FDTL), Letnan Jenderal Domingos Raul Falur Rate Laek, bersama Komandan Polisi Nasional Timor-Leste (PNTL), Komisaris Jenderal Henrique da Costa, beserta para pejabat senior F-FDTL dan PNTL melakukan inspeksi akhir pada Minggu (8/9/2024) terhadap persiapan tim gabungan satuan tugas yang ditempatkan di Pelabuhan Dili, Kediaman Nunciatura, Bandara Internasional Nicolau Lobato Komoro, lokasi misa di Tasi Tolu, Gereja Katedral, Madre Alma di Pantai dos Cuquiros, dan Pusat Konvensi Dili (CCD) Kaikoli.
Kedua komandan juga melakukan inspeksi akhir terhadap satuan tugas gabungan yang ditempatkan di area Tasi Tolu, di mana Paus akan mengadakan misa pada 10 September 2024.
Terakhir, Komandan F-FDTL dan PNTL juga menginspeksi Pusat Konvensi Dili (CCD) dan area Madre Alma di Pantai dos Cuqueiros Dili, karena lokasi-lokasi ini juga akan dikunjungi oleh Paus selama kunjungan pastoralnya di Timor-Leste.
Letnan Jenderal Domingos Falur Rate Laek menyatakan bahwa operasi pengamanan kunjungan Paus ini bukanlah operasi keamanan biasa, melainkan operasi besar dengan misi berat, oleh karena itu diperlukan kerja yang ketat. Komandan F-FDTL dan PNTL meminta semua pihak saling mendukung dan bekerja sama untuk memastikan keberhasilan kunjungan tersebut.
“Hari ini saya bersama Komandan Jenderal PNTL berada di sini karena ini adalah misi penting. Misi yang kalian jalankan sekarang adalah misi yang berat, jadi saya ingatkan agar kalian bekerja dengan penuh kedisiplinan, tidak boleh main-main. Kalian harus saling mendukung. Kalian harus memiliki semangat tanggung jawab untuk memastikan keberhasilan kunjungan penting ini,” ujar Letnan Jenderal Falur Rate Laek dalam arahannya saat melakukan inspeksi terhadap tim gabungan satuan tugas di dekat kediaman Nunciatura Farol, Minggu (8/9/2024).
Falur menegaskan bahwa F-FDTL dan PNTL berbeda hanya dalam seragam, tetapi misinya sama.
“Kalian mungkin memakai seragam dengan warna yang berbeda, namun misi kalian adalah satu, yakni melindungi negara,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa kunjungan ini sangat penting dalam sejarah Timor-Leste, sehingga kedua angkatan harus bersatu untuk memastikan kunjungan ini berjalan lancar, karena tanggung jawab ini ada di pundak F-FDTL dan PNTL.
“Ini adalah pertama kalinya kita melakukan operasi sebesar ini dan sangat strategis. Operasi-operasi sebelumnya tidak sebesar ini, karena itu saya meminta anggota F-FDTL dan PNTL untuk saling percaya dan bekerja sama, agar kita dapat mencapai kesuksesan,” katanya.
Ia meminta F-FDTL dan PNTL untuk selalu berkoordinasi dan bekerja sama, setiap masalah harus dibicarakan, jangan disimpan sendiri. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera bertindak dengan profesional, laporkan kepada komandan untuk diambil keputusan, dan jangan bertindak sendiri tanpa instruksi dari atasan.
Letnan Jenderal F-FDTL ini meminta kepada tim satuan tugas bahwa ketika ada tindakan yang mencurigakan, mereka harus bertindak secara profesional, melaporkan kepada komandan, dan mengambil keputusan dengan tepat, tanpa melakukan tindakan sewenang-wenang sebelum mendapatkan arahan dari atasan. mik
