1.000 Relawan Muda Gelar Simulasi Umum di Tasi-Tolu

DILItranstimornews.id– Sebanyak 1.000 relawan muda dari setiap 13 kabupaten  berkumpul di Tasi-Tolu untuk melakukan simulasi umum di lapangan sebagai persiapan yang lebih baik untuk misa kudus yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus pada 10 September 2024.

Koordinator Umum Tim Pelayanan Relawan untuk Kunjungan Paus Fransiskus, Pastor Carlito Araújo da Costa, menyatakan bahwa simulasi ini terkait dengan kehadiran Bapa Suci di Tasi-Tolu untuk memimpin misa bagi umat beriman.

 “Simulasi ini bertujuan agar setiap tim yang bertugas dalam persiapan dapat memiliki koordinasi yang baik antara satu tim dengan tim lainnya. Dengan begitu, pada tanggal 10 September ketika Paus datang untuk memimpin misa di sini, semua tugas dapat berjalan sesuai dengan persiapan yang ada,” kata Pastor  Carlito kepada Trans Timor News di Tasi-Tolu, Sabtu (7/9/2024).

Ia mengatakan bahwa para relawan ini terdiri dari pemuda-pemudi, pria-wanita, dan pasangan suami-istri yang memiliki semangat Katolik, yang datang dari tiga keuskupan (Dili, Baukau dan Maliana)  dan semua kabupaten di Timor-Leste.

 “Simulasi hari ini secara khusus berfokus pada bagian liturgi, logistik, dan penerimaan para peziarah dari setiap paroki yang terhubung dengan barcode. Oleh karena itu, relawan kami dibagi menjadi tujuh divisi,” tuturnya.

Dari tujuh (7) divisi tersebut, satu kelompok akan menangani barcode dan kelompok lainnya akan bertugas dalam bidang logistik seperti distribusi air dan makanan ringan kepada para peziarah yang membutuhkan. Selain itu, beberapa kelompok juga akan memberikan pelayanan dalam bidang kesehatan. Tim ini akan bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk memberikan perawatan kepada orang-orang yang sakit dan membutuhkan pengobatan.

 “Tugas para relawan adalah menunggu dan memberikan arahan kepada para peziarah menuju tempat yang bertanggung jawab. Selain itu, ada juga kelompok yang akan mendampingi para menteri luar biasa dalam pembagian komuni bagi umat selama misa. Kemudian, ada kelompok besar yang akan menjadi pemandu atau penunjuk jalan bagi para peziarah yang membutuhkan tempat mandi atau fasilitas lainnya,” tambahnya.

Pastor juga menegaskan bahwa ada kelompok lain yang akan menangani barcode dan mengarahkan peziarah dari luar negeri dan Timor ke tempat yang telah ditentukan, sehingga setiap umat dapat mengetahui tempatnya untuk mengikuti misa.

Uskup Agung Dili, Virgilio Kardinal do Carmo da Silva, SDB  telah menginformasikan kepada publik bahwa bagi mereka yang belum terdaftar, tidak dapat mengikuti misa, tetapi mereka masih bisa berada di tempat yang telah ditentukan untuk menerima berkat dari Paus.

 “Mereka yang sudah terdaftar akan diarahkan ke tempat yang telah ditunjukkan untuk mereka. Sementara bagi mereka yang belum terdaftar juga akan berkumpul di tempat yang telah ditentukan bersama dengan peziarah dari luar negeri. Jadi, ada dua tempat, pertama untuk yang terdaftar dan kedua bagi mereka yang belum terdaftar,” ujarnya.

Koordinator umum memastikan bahwa misa akan berjalan dengan baik karena tim relawan telah melakukan persiapan maksimal dari berbagai aspek.

 “Para pemuda ini direkrut melalui pelatihan dan formasi dalam berbagai aspek. Berdasarkan ekspektasi kami, mereka sudah siap dan matang dalam persiapan ini. Karena itu, kami memastikan bahwa para relawan yang ada akan melaksanakan tugas mereka dengan profesional sesuai dengan spiritualitas Kristiani,” tegas Pastor Carlito.

Ia menambahkan bahwa setiap elemen dalam masyarakat yang terorganisir harus mematuhi aturan atau regulasi yang telah ditetapkan, termasuk tugas para relawan.

 “Pada saat ini, kami menginformasikan kepada semua peziarah baik dari Timor maupun dari luar negeri untuk mengikuti aturan yang telah disampaikan melalui media. Kami berharap agar semua peziarah yang datang bisa mematuhi peraturan yang ada,” serunya.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Relawan, Lizete Barros Freitas, menyatakan bahwa tugas para pemimpin tim adalah membantu para peziarah yang datang dari setiap munisipiu menuju barikade mereka.

 “Kami membantu bagian logistik terutama dalam membagikan makanan ringan kepada para peziarah. Setelah itu, kami bertugas menjawab kebutuhan yang datang dari para peziarah, seperti menunjukkan tempat mandi atau jika ada yang jatuh, kami langsung menunjukkan jalan menuju tempat perawatan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa saat pembagian komuni, para relawan akan memberikan akses kepada para menteri ordinari agar umat dapat menerima hosti dan ketika menerima berkat dari Paus, tim ini harus mengatur agar umat tidak berdesak-desakan dan melanggar barikade, namun ketika Paus memanggil umat untuk berjabat tangan, mereka akan memfasilitasi.

 “Jadi, itulah persiapan yang kami lakukan bersama dengan anggota tim lainnya untuk melakukan simulasi agar semuanya berjalan lancar. Selain persiapan ini, kami juga mengadakan novena untuk para relawan atau berdoa rosario bagi seluruh masyarakat, karena kehadiran Paus sendiri adalah rosario. Maka, rosario ini akan memberikan kekuatan kepada para anggota untuk memfasilitasi umat yang datang ke Tasi-Tolu,” tutupnya. mik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *