Lasiolat ,Lorensius Manek, peternak ayam jago asal Dusun Umafatin, Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, berhasil mengembangkan usaha peternakan dengan mendatangkan bibit unggul lintas provinsi.
Melalui kandangnya yang bernama Umaja Game Farm , Lorensius kini fokus membudidayakan tiga jenis ayam petarung populer: ” Switer, Boston, dan Black Melsim” . Jenis ketiga ini dikenal memiliki pukulan akurat, stamina kuat, dan mental tarung yang stabil.
Yang menarik, strategi pembiakan di Umaja Game Farm memadukan genetik terbaik dari dua wilayah. “Anakan pejantan dipesan langsung dari Bali”, yang terkenal menghasilkan ayam dengan teknik tarung dan kecepatan di atas rata-rata. Sementara “indukan betina didatangkan dari Sulawesi”, daerah yang sudah lama dikenal mencetak babon tangguh dengan daya turun telur bagus dan struktur tulang kuat.
“Saya ambil pejantan dari Bali karena gaya mainnya bagus. Untuk cetak anakan yang kuat, indukannya saya pilih dari Sulawesi. Hasil silangannya sejauh ini memuaskan,” jelas Lorensius, Rabu (29/7).
Usaha ini dirintis Lorensius sejak awal 2023. Berawal dari hobi, kini Umaja Game Farm sudah memasok anakan dan calon indukan ke penghobi ayam jago di wilayah Belu dan sekitarnya.
Ke depan, Lorensius berharap Umaja Game Farm bisa jadi salah satu referensi bibit ayam jago berkualitas di perbatasan RI–Timor Leste. Ia juga terbuka untuk berbagi pengalaman beternak ke peternak muda di Desa Fatulotu.
Profil Singkat Umaja Game Farm
Pemilik: Lorensius Manek
Lokasi : Dusun Umafatin, Desa Fatulotu, Kec. Lasiolat, Kab. Belu, NTT
Jenis Ayam : Switer, Boston, Black Melsim
Sumber Bibit : Pejantan dari Bali, Indukan dari Sulawesi . RM

