Gandeng SMAN Lasiolat, Bawaslu Belu Teken MoU Penguatan Pendidikan Demokrasi

Bawaslu Belu dan SMAN Lasiolat Sepakat Bentuk Komunitas Pelajar Sadar Pemilu

LASIOLAT, TransTimorNews – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belu resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Lasiolat. Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Aula SMAN Lasiolat, Atambua, Selasa (03/06/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Agustinus Bau,S.Fil (Agus), bersama Kepala SMAN Lasiolat, Steve Valentino Lakaruna, S.Pd. (Tino). Prosesi ini disaksikan oleh jajaran komisioner Bawaslu, para Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), wali kelas, serta seluruh dewan guru.

Siswa Sebagai Agen Pengawas Partisipatif

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan pengawasan partisipatif serta literasi demokrasi di kalangan pelajar. Melalui kesepakatan ini, Bawaslu Belu berkomitmen untuk hadir secara rutin di lingkungan sekolah guna memberikan pendidikan kepemiluan yang relevan dan mudah dipahami oleh generasi muda.

Bawaslu akan memfasilitasi berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi berkala, pelatihan kader Pengawas Partisipatif Sekolah, hingga pendampingan program sekolah anti-hoaks menjelang tahapan Pilkada maupun Pemilu.

“Kami ingin menanamkan nilai demokrasi dan integritas sejak dini. Siswa bukan hanya pemilih masa depan, tetapi juga agen pengawas yang bisa ikut mengawasi kecurangan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujar Ketua Bawaslu Belu, Agus.

Pihaknya juga mengajak seluruh siswa/i SMAN Lasiolat untuk berani mengambil peran aktif dalam mengawal pesta demokrasi. “Kalau ada politik uang, ujaran kebencian, atau hoaks pemilu, jangan diam. Laporkan. Pengawasan pemilu itu adalah kerja kita bersama,” tegasnya.

Sejalan dengan Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kepala SMAN Lasiolat, Steve Valentino Lakaruna, S.Pd (Tino), menyambut baik dan mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Bawaslu Belu. Menurutnya, program ini menjadi ruang laboratorium sosial yang sangat berharga bagi para peserta didik.

“Ini ruang belajar yang nyata bagi anak-anak kami. Mereka diajak untuk memahami hak, kewajiban, serta pentingnya mewujudkan pemilu yang jujur. Program dari Bawaslu ini sangat sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila yang sedang kami jalankan di sekolah,” jelas Tino.

Lebih lanjut, Tino memaparkan cakupan poin kerja sama yang disepakati, meliputi:

  • Edukasi Berkala: Sosialisasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif yang diadakan setiap semester.

  • Wadah Komunitas: Pembentukan komunitas Pengawas Partisipatif Sekolah di lingkungan SMAN Lasiolat.

  • Kampanye Kreatif: Gerakan anti-politik uang dan anti-hoaks yang digerakkan melalui wadah OSIS serta kegiatan ekstrakurikuler.

Sekolah Ke-5 Program Sekolah Sadar Pemilu

Dengan ditekennya berkas kerja sama ini, SMAN Lasiolat resmi menjadi sekolah ke-5 di Kabupaten Belu yang mengadopsi program Desa/Sekolah Sadar Pemilu besutan Bawaslu. Program kemitraan ini direncanakan akan berjalan selama dua tahun ke depan dan akan dievaluasi secara berkala pada setiap tahun ajaran baru.

Acara penandatanganan MoU ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara komisioner Bawaslu dan dewan guru mengenai proyeksi peran strategis generasi muda dalam menjaga kondusifitas dan kedamaian Pemilu serentak tahun 2029 mendatang. (vbm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *