Sinergi di Green House Unhan RI: Babinsa Serma Duarte Latih Kadet Mahasiswa Teknik Pemupukan dan Pemangkasan Anggur

TRANSFER ILMU: Babinsa Desa Silawan, Serma Duarte Dos Santos, saat memberikan arahan teknis pemupukan dan persiapan pemangkasan tanaman anggur kepada para kadet mahasiswa Unhan RI di Green House Ben Mboi Atambua, Senin (13/04). Pendampingan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keahlian praktis dalam budidaya hortikultura modern di wilayah perbatasan.

ATAMBUA, Trans Timor News – Keahlian Babinsa Desa Silawan dalam dunia hortikultura menjadi sarana edukasi berharga bagi generasi muda di wilayah perbatasan. Serma Duarte Dos Santos, Babinsa Koramil 1605-07/Wedomu, memberikan pendampingan langsung dalam budidaya tanaman anggur bagi para kadet mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Lokasi Green House Fakultas Vokasi Logistik Militer, Ben Mboi, Atambua, Senin (13/04/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Kodim 1605/Belu terhadap kurikulum praktikum mahasiswa Program Studi Pertanian dan Perkebunan Unhan RI. Fokus pendampingan kali ini menyasar pada fase krusial pertumbuhan anggur, yakni persiapan pemupukan sebelum memasuki tahap pemangkasan (pruning).

Serma Duarte, yang dikenal memiliki pengalaman mumpuni di bidang pertanian, memberikan pelatihan teknis mengenai cara pemberian pupuk yang tepat guna memastikan nutrisi tanaman terpenuhi sebelum dilakukan pembentukan cabang.

Persiapan Menuju Tahap Pembuahan

Menurut Serma Duarte, pemahaman mengenai teknik pemangkasan sangat menentukan produktivitas tanaman anggur di masa depan. Pemangkasan perdana bertujuan untuk membentuk kerangka cabang yang kuat sebelum tanaman diarahkan ke fase generatif atau pembuahan.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan pemangkasan. Pendampingan ini penting agar mahasiswa tahu cara memangkas yang benar, karena ini merupakan pembentukan cabang pertama kali untuk masuk ke tahap pembuahan,” jelas Serma Duarte di sela-sela kegiatannya bersama para mahasiswa.

Mencetak SDM Pertanian yang Kompeten

Melalui kolaborasi ini, diharapkan para kadet mahasiswa tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang matang di lapangan. Teknik pemangkasan dan pemupukan yang dipelajari langsung dari praktisi lapangan seperti Babinsa diharapkan dapat diserap dan diterapkan secara berkelanjutan.

“Harapan kami, mahasiswa dapat memahami dan mempraktikkan teknik pemangkasan yang baik dan benar, sehingga nantinya mereka memiliki skill nyata yang bisa dikembangkan lebih luas,” tambah Duarte.

Langkah ini mempertegas peran Babinsa di wilayah perbatasan Belu yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak edukasi dan ketahanan pangan melalui sektor perkebunan modern.RM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *