Vaksinasi HPV HUT ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan: Loka POM Belu Tegaskan Komitmen Lindungi Perempuan dari Kanker Serviks

Dalam rangka HUT ke-25 BPOM RI, Loka POM Kabupaten Belu bersama tenaga kesehatan dan para peserta vaksinasi menunjukkan semangat kolaborasi demi kesehatan yang lebih baik.

Atambua -Sebagai langkah konkret memperkuat perlindungan kesehatan perempuan, Loka POM Kabupaten Belu menggelar vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa pengawasan obat dan makanan tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada upaya pencegahan penyakit yang berdampak serius seperti kanker serviks.

Kepala Loka POM Kabupaten Belu, Ferdian Dwi Armanto, S.Farm., Apt., menegaskan bahwa kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan perempuan, khususnya dalam upaya pencegahan kanker serviks.

Dalam sambutannya, Ferdian menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut setelah sempat mengalami penundaan akibat kendala teknis pengiriman vaksin. Awalnya, vaksinasi dijadwalkan pada 12 Februari 2026, namun baru dapat dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026.

“Puji Tuhan, kendala teknis dapat diselesaikan dengan baik sehingga vaksinasi HPV hari ini dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan vaksinasi diikuti oleh 110 peserta dan pemberian vaksin dilakukan dalam tiga dosis. Setiap dosis dikenakan biaya Rp290 ribu—jauh lebih terjangkau dibandingkan harga normal yang berkisar sekitar Rp1 juta per dosis.

Ferdian menegaskan, pihaknya tidak mengambil keuntungan ekonomi dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Loka POM Belu hanya memfasilitasi tempat, menyediakan tenaga kesehatan, serta membantu proses koordinasi peserta vaksinasi.

“Kegiatan ini murni bentuk kepedulian dan komitmen kami dalam melindungi masyarakat, khususnya kaum perempuan, dari ancaman kanker serviks akibat infeksi HPV,” tegasnya.

Selain vaksinasi HPV, rangkaian peringatan HUT ke-25 BPOM di Kabupaten Belu juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Pada 26 Januari 2026, Loka POM Belu bekerja sama dengan RSUD setempat menggelar aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan sekitar 40 kantong darah. Selanjutnya, pada 30 Januari 2026, dilakukan penanaman pohon serentak. Hingga kini, Loka POM Belu telah menanam sekitar 600 bibit pohon dari target 5.000 pohon dalam kurun waktu dua tahun.

Menurut Ferdian, pengawasan obat dan makanan tidak hanya dilakukan melalui pengendalian produk, tetapi juga melalui edukasi serta perlindungan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pusat serta Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan dan jajaran puskesmas atas dukungan dalam pelaksanaan vaksinasi ini. Sinergi lintas sektor, kata dia, menjadi kunci dalam memperluas cakupan perlindungan kesehatan masyarakat.

“Kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi semakin meningkat. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkasnya.Rian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *