Paus Fransiskus dan Rombongan Tiba di Timor Leste

DILI – transtimornews.id-Pemimpin Umat Katolik Sedunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus yang melakukan rangkain kunjungan apostoliknya di kawasan Asia Pasifik, setelah menghabiskan waktu 3 hari di Jakarta (Indonesia) dan 3 hari di Papua Nugini, tiba di Timor Leste.   

Dari Bandara Internasional Jacksons Port Moresby, Papua Nugini, Paus Fransiskus bersama rombongan terdiri dari 85 wartawan internasional dan 55 kardinal menggunakan pesawat Air Niugini dan tiba di Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Komoro, Dili, pada Senin (9/9/2024) pukul 14.25 WTL.

Ketika turun dari pesawat Air Nugini, Paus Fransiskus disambut oleh Perdana Menteri (PM) Kay Rala Xanana Gusmao, Presiden Republik Timor Leste, Jose Ramos Horta, Uskup Agung Metropolitan Dili, Virgilio Kardinal Do Carmo da Silva, SDB dan Duta Besar Vatikan untuk Timor Leste, Marco Sprizzi.

Selanjutnya, Paus Fransiskus dikalungi tais oleh dua anak Timor  dan jabatan dengan sejumlah pejabat Timor Leste. Setelah beberapa menit beristirahat di ruang VIP Bandara Komoro, Paus Fransiskus dengan menumpangi mobil putih terbuka menuju tempat peristirahatan (Nunsiatura) di Motael.

Ribuan warga Timor Leste berjubel di sepanjang jalan menyambut kedatangan Paus Fransiskus dengan meneriakan yel-yel “Viva Papa Francisco, Viva Papa Francisco”. Laki-perempuan, tua-muda, termasuk bayi yang digendong ayah atau ibunya berjubel di kiri-kanan jalan yang dilewati Paus Fransiskus. Ribuan bendera Republik Demokratik  Timor Leste dan bendera Vatikan dikibarkan.

Paus Fransiskus dan rombongan tiba di Bandar Udara Internasional Presiden Nicolau Lobato

Di atas mobil Paus Fransiskus berdiri, melambai dan memberkati warga yang terus memanggil namanya dengan triakan yel-yel” Papa Francisco, Papa Francisco”.

Karena cuaca terik matahari yang tidak bersahabat, Paus Fransiskus tampak tidak mengenakan zucchetto atau topi kecil bulat yang biasa dikenakannya.

Kedatangan Paus ke Timor Leste bukan kali pertama karena sebelumnya, Santo Yohanes Paulus II juga melakukan perjalanan Kerasulan ke Timor Leste pada 12 Oktober 1989, kala itu masih Timor Timur (kini Timor Leste) dan bagian dari Indonesia. Artinya, ini pertama kali kunjungan Kerasulan Paus ke Timor Leste sejak negara itu merestaurasikan kemerdekaannya pada 20 Mei 2002 silam.

Selama 3 hari berada di Dili, Timor Leste, Paus Fransiskus melakukan beberapa kegiatan pastoral  dan kenegaraan yaitu :

Senin, 09 September 2024

Pada pukul 18:00 WTL,  Paus Fransiskus yang juga sebagai Kepala Negara Vatikan melakukan pertemuan kenegaraan dengan Presiden Republik, José Ramos Horta. Dimana, dalam waktu yang sama Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão juga bertemu dengan omolognya Kardinal Pietro Parolin, tentunya dengan waktu tidak lebih dari 20 menit.

Di Istana Negara tepat pukul 19:00 WTL, Paus Fransiskus membacakan pidato kenegaraan yang dihadiri juga oleh para pejabat, masyarakat sipil, korps diplomatik serta tamu undangan lainnya sebelum akhirnya kembali ke Nunsiatur untuk beristirahat.

Selasa, 10 september 2024

Pada hari Selasa pukul 08:45 WTL, Paus akan mengunjungi anak-anak penyandang disabilitas di panti sosial sekaligus sekolah yang dikelola oleh Kongregasi Susteran Asosiasi Lembaga Misionaris Awam (ALMA) di Pantai Kelapa, Dili.

Selanjutnya pada pukul 09:30 WTL, akan dilakukan pertemuan dengan para uskup, pastor, diakon, orang-orang bakti, seminaris dan katekis di Geraja Katedral Dili. Disana akan menjadi pertemuan resmi dengan Gereja Katolik di Timor-Leste yang berlangsung satu jam dan Paus sendiri akan memberi pidato sebagai pemimpin gereja katolik.

Tepatnya pada pukul 10:45 WTL, akan diadakan pertemuan pribadi antara Paus Fransiskus dengan sekitar 38 Pastor dari Ordo Serikat Yesus biasa dikenal dengan Yesuit atau Jesuit di kediamannya Nunsiatus Apostolik.

“Ini sudah menjadi kebiasaan sebagai seorang jesuit jadi akan 34 sampai 38 pastor akan bertemu dengannya dan mereka akan menunguhnya di Nunsiatur,” kata Uskup Agung Metropolitan Dili, Virgílio Kardinal Do Carmo da Silva, SDB.

Tepat pukul 16:30 WTL akan dilakukan misa kudus di Tasi Tolu yang diperkirakan akan dihadiri oleh 700.000 umat nasrani. Misa direncanakan hanya akan berlangsung selama satu jam lebih dengan proses penerimaan ekaristi sekitar sepuluh menit.

“Misa tidak boleh lebih lama, penerimaan komuni hanya boleh berlangsung lima sampai sepuluh menit, jadi sudah ada 1000 pastor dan suster yang akan dibantu oleh 3000 asisten imam di Tasi Tolu dan akan disediakan 20 kapel sederhana, setiap kapel ada 200 siborium, kita targetkan satu asisten imam memberi komuni pada 150 orang dan berharap lima menit selesai,” tuturnya.

Rabu, 11 September 2024

Pada hari Rabu, tepat pukul 09:30 WTL, Paus Fransiskus akan mengadakan pertemuan dan memberikan pidato pada sekitar 3000 kaum muda terpilih dari setiap paroki selama satu jam di Pusat Konvensi Dili (CCD) Kaikoli.

Usai pertemuan tersebut, tepat pukul 10:45 WTL, akan dilakukan acara perpisahan di Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Komoro,  Dili,  sebelum akhirnya pada pukul 11:15 WTL, Paus Fransiskus bersama delegasi akan bertolak ke Singapura. mik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *