DILI – transtimornews.id – Dua (2) artis Timor Leste, Maria Vitória ‘Marvi’ dan Alberto Piedade ‘BEPI’ mendapat kepercayaan dari Pemerintah Timor-Leste dan Gereja Katolik melalui Sekretariat Komisi Tingkat Tinggi Institusional untuk Kunjungan Sri Paus Fransiskus untuk mempersembahkan dua lagu kepada Paus Fransiskus di Tasitolu pada 10 September 2024.
Maria Vitória, yang lebih dikenal sebagai ‘Marvi’, merasa terhormat mendapatkan kepercayaan dari gereja dan pemerintah sebagai seniman muda Timor untuk membawakan lagu bagi Paus Fransiskus, suatu pengalaman yang tidak pernah dia bayangkan bisa terjadi dalam hidupnya.
“Perasaanku adalah setiap orang muda ingin mendapat kesempatan ini, dan sekarang bisa menyampaikan sesuatu kepada Paus. Ini adalah kehormatan besar karena Pemerintah dan Gereja memilihku sebagai seniman Timor untuk tampil bersama Kak BEPI dengan dua lagu untuk Paus, dan ini adalah pengalaman yang tidak pernah aku bayangkan akan terjadi dalam hidupku,” kata Marvi kepada Trans Timor News di Tasitolu usai latihan terakhir pada Minggu (8/9/2024).

Maria Vitória ‘Marvi’ dan Alberto Akan Menyanyikan 2 Lagu Untuk Paus Fransiskus
Penyanyi yang pernah memenangkan penghargaan The Voice Portugal ini mengakui bahwa dua lagu yang dipilih tidaklah mudah untuk dinyanyikan dalam waktu singkat, namun dengan usaha, dedikasi, dan konsentrasi yang baik bersama BEPI, mereka mampu menunjukkan hasil yang baik.
Demikian juga dengan penyanyi lainnya, BEPI, yang merasa sangat bangga dan terhormat bisa bernyanyi bersama Marvi di Tasitolu pada momen bersejarah bagi seluruh rakyat Timor yang menerima kunjungan Pemimpin Gereja Katolik untuk kedua kalinya di negara ini.
“Ini adalah kebanggaan besar dan juga merupakan impian dari dulu ketika aku ingin menjadi artis dan bisa bernyanyi di Tasitolu. Sebelumnya aku hanya menjadi MC dalam berbagai acara, dan ini adalah pertama kalinya mendapat kehormatan bisa tampil bersama Maria Vitória. Aku merasa sangat bangga, terhormat, dan ini adalah hak istimewa yang luar biasa untuk bisa bernyanyi di hari bersejarah di Timor-Leste. Sebab sebelumnya, kita telah mendapat kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989, dan sekarang Paus Fransiskus. Ini adalah sesuatu yang tak akan kulupakan seumur hidup,” ujar BEPI.
Dia melanjutkan bahwa bersama Marvi mereka akan membawakan dua lagu, yaitu “The Prayer” (Doa) dan “Jesus Christ, You Are My Life” (Yesus Kristus, Engkaulah Hidupku), dalam bahasa Inggris dengan diiringi oleh orkestra yang dipimpin oleh Pastor Joél Casimiro, OFM.
Lagu-lagu ini akan dinyanyikan saat Paus Fransiskus mengelilingi area dengan mobil paus untuk memberikan berkat kepada umat Katolik yang hadir mengikuti misa ekaristi. Bepi dan Marvi sudah berlatih bersama dan dipilih oleh Gereja dan Pemerintah untuk tampil bersama dalam acara tersebut.
Lagu “The Prayer” ditulis oleh David Foster dan Carole Bayer Sager, dinyanyikan oleh Celine Dion dan Andrea Bocelli. Lagu ini pertama kali dirilis pada tahun 1999 sebagai bagian dari album soundtrack film “Quest for Camelot”. Sejak saat itu, lagu ini menjadi salah satu lagu yang paling dikenal dalam konteks spiritual dan religius.
Makna spiritual bagi umat Katolik dari lagu ini dapat diartikan sebagai doa kolektif yang mengundang pendengar untuk merenungkan hubungan mereka dengan Tuhan. Pesan utama dari lagu ini adalah pentingnya iman, harapan, dan kasih dalam kehidupan manusia.
Begitu pula dengan lagu “Jesus Christ, You Are My Life” yang diciptakan oleh Marco Frisina, seorang pastor dan komposer yang tinggal di Vatikan. Marco Frisina dikenal karena kontribusinya pada musik gereja dan lagu-lagu spiritual. Lagu ini sering dikaitkan dengan acara-acara keagamaan, terutama dalam konteks Hari Pemuda Sedunia, yang dimulai pada tahun 1984 oleh Santo Yohanes Paulus II.
Saat Paus Fransiskus melakukan kunjungan pastoral, lagu ini sering dipilih untuk menggambarkan semangat persatuan dan iman komunitas Katolik. Melalui lagu ini, orang-orang diajak untuk merenungkan panggilan mereka untuk mengikuti jejak Kristus dan hidup sesuai dengan ajaran-Nya. mik
