
ATAMBUA, 1 AGUSTUS 2026 – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Belu dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.
Komitmen itu disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kolaborasi Undana–Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Ir. Alfred Dima, M.Si, pada acara penarikan mahasiswa KKN di Kabupaten Belu.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Belu beserta masyarakat Desa Sadi, Dualaus, dan Tulakadi yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan KKN selama lebih dari 50 hari.
KKN Bukan Sekadar Kewajiban Akademik
Menurut Dr. Alfred, KKN bukan hanya memberikan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga wahana pembelajaran dan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi bagi pembangunan daerah, khususnya di wilayah perbatasan.
“ Mahasiswa tidak hanya belajar di tengah masyarakat, tetapi juga hadir untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi desa. Inilah esensi pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat,” ujarnya .
Ia menambahkan, tantangan pembangunan di kawasan perbatasan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Hibah Rp1 Miliar untuk Pengabdian 5 Tahun
Sebagai bentuk dukungan nyata, Undana saat ini menjalankan program hibah pengabdian kepada masyarakat di sejumlah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan dukungan dana sebesar Rp1 miliar. Program tersebut dirancang berkelanjutan selama lima tahun.
Dr. Alfred berharap Kabupaten Belu dapat menjadi salah satu daerah penerima dukungan program tersebut pada tahun mendatang, termasuk melalui pelaksanaan KKN tematik yang lebih terarah sesuai kebutuhan daerah.
Pengabdian Tidak Berhenti
Mengakhiri Perayaannya, Dr. Alfred menegaskan bahwa berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhirnya pengabdian.
Kolaborasi yang dimulai dari tiga desa ini harus terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masa depan pembangunan kawasan perbatasan, khususnya Kabupaten Belu,” tutupnya.RM
