
Raihat, Sabtu 5 September 2026, Rm. Fransiskus Dari Sales Mea Teku, Pr., Pastor Paroki Haekesak, Santo Aloysius Gonzaga, menyampaikan renungan harian yang menyentuh hati, mengambil dari surat pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Sebuah pesan abadi tentang kerendahan hati, yang kembali bergema untuk mengingatkan kita akan hakikat hidup di hadapan Tuhan.
Semua Adalah Anugerah, Bukan Kebanggaan Diri
Melalui 1 Korintus 4:6b-15, Rasul Paulus mengajak kita menanggalkan segala kesombongan rohani. Ia menegaskan prinsip yang tak tergoyahkan: “Jangan melampaui apa yang tertulis.” Tidak ada tempat meninggikan satu pelayan Tuhan di atas yang lain, atau merasa lebih unggul karena mengikuti tokoh tertentu. Sebab, yang menanam dan yang menyiram hanyalah hamba-hamba yang dipakai-Nya — yang memberi pertumbuhan, semata-mata adalah Allah.
Kemampuan, iman, pengetahuan, dan kesempatan melayani — semuanya adalah pemberian dari atas. Jika demikian, dari mana datangnya kesombongan? Tidak ada ruang untuk meninggikan diri atau merendahkan saudara. Kita semua sama-sama penerima kasih karunia yang tak pantas kita terima.
Pelayanan Sejati: Bukan Kemegahan, Melainkan Kerendahan Hati
Paulus menampakkan perbedaan yang menyentuh hati: sementara jemaat Korintus merasa kaya, puas, dan berlimpah secara rohani, para rasul justru berjalan dalam kesukaran — kelaparan, kehausan, kemiskinan, dan penganiayaan. Namun, mereka menanggung caci maki dengan kesabaran, membalas kejahatan dengan kasih, dan hinaan dengan doa.
Pelayanan sejati bukanlah tentang kemegahan nama atau kesuksesan duniawi. Ia adalah kerelaan untuk dipandang hina, asal nama Kristus dimuliakan.
“Tirulah Aku, Sebagaimana Aku Meneladani Kristus”
Sebagai bapa rohani yang melahirkan mereka melalui Injil, Paulus memohon dengan lembut namun tegas. Bukan untuk meninggikan dirinya, melainkan untuk menuntun kita menuju jalan kerendahan hati — jalan di mana kasih kebapaan dan kerelaan berkorban menjadi tanda bahwa kita benar-benar milik-Nya.
Bukan kita yang penting, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita.
Semoga setiap langkah kita dipenuhi kerendahan hati, dan setiap pelayanan kita bermuara pada kemuliaan Allah semata.RM96
