PATUT DICONTOH! 35 SISWA SMAN LASIOLAT RAYAKAN KELULUSAN TANPA AKSI CORAT CORET SERAGAM

SMAN Lasiolat Lulus 100%, Alumni Angkatan 2026 Buktikan Kualitas Karakter Lewat Donasi Seragam

LASIOLAT- TRANS TIMOR NEWS  —Sebanyak 35 siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri Lasiolat (SMANLAS) Tahun Pelajaran 2025/2026 resmi menerima amplop pengumuman kelulusan pada Senin, 4 Mei 2026.

Menariknya, momen perayaan kelulusan tahun ini diwarnai dengan aksi yang sangat positif, di mana seluruh siswa sepakat untuk tidak melakukan tradisi corat-coret seragam sekolah maupun konvoi di jalan raya.

Pembagian amplop kelulusan yang berlangsung di area sekolah tersebut berjalan dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa haru. Setelah membuka amplop masing-masing dan mengetahui hasil jerih payah mereka selama tiga tahun, para siswa meluapkan kegembiraan dengan cara yang lebih bermakna. Alih-alih merusak seragam dengan cat semprot atau spidol, mereka memilih untuk saling berpelukan, berdoa bersama, dan bersujud syukur.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa bangga terhadap kedewasaan para siswanya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk perayaan kelulusan yang berbudaya, berpendidikan, dan mencerminkan karakter pelajar yang  sesungguhnya.

Berdasarkan kesepakatan para siswa, seragam putih abu-abu yang masih bersih dan layak pakai tersebut rencananya akan dikumpulkan dan disumbangkan kepada adik-adik kelas atau pelajar lain di sekitar wilayah Lasiolat yang lebih membutuhkan. Inisiatif ini murni datang dari kesadaran kolektif angkatan mereka saat ini yang menyadari bahwa aksi hura-hura dan corat-coret baju almamaternya tidak memberikan manfaat apapun bagi masa depan.

Langkah terpuji dari 35 siswa SMAN Lasiolat ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar dan diharapkan dapat menjadi pelopor serta patut dicontoh teladan bagi sekolah-sekolah lain. Karena kelulusan ini bukanlah sebuah akhir, melainkan langkah awal yang baik bagi mereka untuk melanjutkan perjuangan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Camat Lasiolat yang diwakili Sekretaris Camat Lasiolat, Siprianus Mali dalam sambutannya pada momen itu mengatakan,  anak-anakku sekalian, hari ini Senin, 4 Mei 2026 adalah hari bersejarah. 35 siswa SMA Negeri Lasiolat resmi dinyatakan lulus 100%. Yang lebih membanggakan, kalian lulus dengan cara yang bermartabat: tanpa corat-coret seragam, tanpa konvoi yang mengganggu ketertiban. Ini membuktikan bahwa anak-anak perbatasan memiliki karakter dan kedewasaan.

Kepada para siswa/I yang kini dilepas,  pihaknya menitipkan tiga hal penting kepada para siswa yang akan menjadi alumni.  Pertama, jangan pernah lupa tanah kelahiranmu. Kemanapun kalian melanjutkan pendidikan atau bekerja, bawalah nama baik Lasiolat. Jadilah duta positif untuk kecamatan kita.

Kedua, lanjutnya, teruslah bermimpi besar. Dari Lasiolat sudah banyak lahir guru, bidan, anggota TNI-Polri, hingga pengusaha. Sekarang giliran kalian meneruskan estafet itu. Jangan batasi cita-cita hanya karena kita tinggal di perbatasan atau desa. Di samping itu,  jaga sikap dan tutur kata.  Ijazah meluluskan kalian dari sekolah, tetapi adab dan karakter yang akan meluluskan kalian dari ujian kehidupan di masyarakat.

Kepada Bapak Ibu Guru, pihaknya  atas nama Pemerintah Kecamatan Lasiolat mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Dengan segala keterbatasan sarana, Bapak Ibu tetap mendidik dengan hati hingga anak-anak kita sampai di titik ini.

“Anak-anakku, mulai hari ini kalian bukan lagi siswa, tetapi alumni. Gerbang sekolah akan kalian lewati untuk terakhir kalinya sebagai siswa. Namun ingat, pintu Kecamatan Lasiolat akan selalu terbuka untuk kalian pulang membawa kabar baik. Selamat jalan, selamat berjuang. Harumkan nama Lasiolat dimanapun kalian berada,” tutur Sipri penuh harap.

 Sementara itu, Mikael Hale, A.Ma.Pd selaku Ketua Komite SMA Negeri Lasiolat dalam arahannya menyampaikan perasaan terharu karena selama tiga tahun lalu orang tua mengantarkan putera-puteri dengan seragam SMP yang masih kebesaran, namun hari ini seluruh siswa/I pulang membawa kelulusan di bangku SMA teristimewa di SMA Negeri Lasiolat.

Sebagai orang tua, kata Mikael,  merasa terharu karena setelah ini kelas XII  akan terlihat kosong. Atas nama komite dan orang tua, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ibu Guru. “Mohon maaf jika selama ini kami banyak bertanya, banyak mengeluh. Itu karena kami menitipkan hal paling berharga, yaitu masa depan anak-anak kami, di tangan Bapak Ibu guru. Dan hari ini terbukti, titipan itu dijaga dengan baik.

Kepada anak-anak, pihaknya selaku Komite mewakili orang tua menyampaikan pesan bahwa ilmu lebih penting dari ijazah. Ijazah bisa disimpan, tapi ilmu harus terus dipakai dan ditambah. Jangan berhenti belajar setelah lulus dan perlu menjaga nama baik almamatermu.

“Hari ini kalian sudah membuktikan bisa lulus tanpa mencoret seragam. Itu artinya kalian bisa berbeda. Pertahankan sikap itu di luar sana.  Jangan putus komunikasi. Sesukses apa pun kalian nanti, sempatkan menelepon bapak dan mama di rumah. Doa orang tua adalah kekuatan yang tidak terlihat tapi nyata,” tutur Mikael penuh harap.

“Kami ikhlas melepas kalian hari ini. Ingat, rumah ini, SMA Negeri Lasiolat, dan rumah orang tuamu akan selalu menjadi tempat pulang terbaik saat kalian lelah.Selamat melangkah anak-anakku. Doa kami menyertai kalian semua,”tutur Mikael mengakhiri arahannya.

Pada kesempatan yang sama,  Kepala SMA Negeri Lasiolat Steve Valentino Lakaruna, S.Pd dalam sambutannya mengatakan hari ini Senin, 4 Mei 2026 adalah hari terakhir kalian menyandang status sebagai siswa SMA Negeri Lasiolat dan Beberapa menit lagi, siswa/I kelas XII akan resmi menjadi alumni.

Dihadapan orang tua dan tamu undangan serta anak-anakku, Tino menyampaikan tiga hal tentang angkatan 2026. Pertama, sebut Tino,  siswa/I kelas XII  adalah angkatan yang tangguh. Karena  memulai SMA di masa yang tidak mudah, tetapi bias bertahan, beradaptasi, dan hari ini lulus 100%.

Kedua, lanjutnya, siswa/I  angkatan 2026 adalah angkatan yang bermartabat. Karena tidak ada satu pun seragam yang dicoret. Tidak ada konvoi yang meresahkan. Siswa/I justru memilih merayakan kelulusan dengan memeluk guru dan orang tua dan sekolah bangga pada semua siswa/I.

Ketiga, tuturnya, siswa/I angkatan ini adalah angkatan yang peduli. Saya tidak akan lupa bagaimana kalian menjadi yang terdepan saat kegiatan bakti sosial dan gotong royong di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Karena itu, saya melepas kalian dengan tiga pesan:  Gagal itu biasa, menyerah itu jangan. Di luar sana kalian akan bertemu banyak tantangan. Hadapi dengan hati yang lapang dan kepala yang tegak.  Jadilah solusi, bukan beban. Dimana pun kalian berada, jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi sekitar.  Jangan lupa asalmu. SMAN Lasiolat mungkin sekolah kecil di perbatasan, tetapi dari sinilah kalian ditempa,”ucap Tino penuh harap.

“Suatu hari nanti, pulanglah dan ceritakan kesuksesanmu kepada adik-adik kelasmu.Kepada Bapak Ibu Guru, terima kasih atas dedikasi tanpa batas. Tanpa kerja keras Bapak Ibu, tidak akan ada 35 amplop kelulusan yang kita serahkan hari ini.

“Secara kedinasan tugas bapak ibu guru telah selesai hari ini. Kami kembalikan anak-anakku kepada orang tua. Namun secara batin, kalian tetap bagian dari keluarga besar SMA Negeri Lasiolat. Pintu sekolah ini akan selalu terbuka jika kalian ingin pulang. Akhir kata, terbanglah tinggi Garuda Muda Lasiolat. Raih cita-citamu, dan suatu hari nanti pulanglah dengan kabar yang membanggakan. Selamat jalan dan selamat berjuang,”ucapnya mengakhiri sambutan.

Acara perpisahan dan pelepasan serta penyerahan amplop kelulusan itu dihadiri pihak Polsek Lasiolat, para Wakasek SMA Negeri Lasiolat yang dimotori Wakasek Kurikulum , Wali Kelas, Seluruh Dewan Guru dan semua orang tua siswa/I yang akan dilepas.VBM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *