JAKARTA, Trans Timor News – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, melakukan langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan di wilayah perbatasan RI-RDTL. Dalam rapat bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, pada Senin (04/05/2026), Bupati Belu secara langsung menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan infrastruktur pendidikan.
Pertemuan yang dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, serta para Bupati/Wali Kota se-Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam pemerataan kualitas layanan pendidikan.
Fokus pada Akses PAUD dan Perbaikan Sarana SD-SMP
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Belu menitikberatkan usulannya pada dua sektor krusial:
-
Penambahan Fasilitas PAUD: Bupati mengusulkan penambahan unit Pendidikan Anak Usia Dini mengingat masih terbatasnya akses layanan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
-
Revitalisasi SD dan SMP: Program perbaikan sarana dan prasarana sekolah dasar dan menengah pertama diusulkan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan nyaman bagi siswa serta guru.
Pendidikan Sebagai Wajah Bangsa di Perbatasan
Bupati Willybrodus Lay menegaskan bahwa sebagai beranda terdepan Indonesia, Kabupaten Belu harus memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Pembangunan sektor pendidikan di Belu bukan sekadar urusan daerah, melainkan cerminan kualitas bangsa di mata internasional.
“Kabupaten Belu memiliki posisi strategis sebagai beranda perbatasan Republik Indonesia. Pembangunan pendidikan sangat penting untuk menciptakan SDM unggul yang mencerminkan kualitas Indonesia di wilayah perbatasan,” tegas Bupati Belu.
Pemerintah Kabupaten Belu berharap usulan-usulan strategis tersebut mendapat dukungan penuh dan segera direalisasikan oleh pemerintah pusat demi mencetak generasi emas di kawasan perbatasan.RM
