Upacara 17-an di Makodim 1605/Belu: Panglima TNI Ingatkan Waspada Dampak Perang Iran-Israel dan Bijak Medsos

SEMANGAT PENGABDIAN: Jajaran personel Kodim 1605/Belu saat melaksanakan upacara bendera 17-an di Lapangan Makodim, Atambua, Senin (20/04). Danramil 1605-01/Kota Atambua, Mayor Kav Yatman, saat membacakan amanat Panglima TNI menekankan pentingnya kewaspadaan prajurit terhadap situasi geopolitik global serta integritas dalam menggunakan media sosial.

ATAMBUA, Trans Timor News – Komando Distrik Militer (Kodim) 1605/Belu menggelar upacara bendera bulanan setiap tanggal 17 yang berlangsung khidmat di lapangan apel Makodim 1605/Belu, Kabupaten Belu, Senin (20/04/2026). Upacara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan tugas pengabdian prajurit di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Danramil 1605-01/Kota Atambua Mayor Kav Yatman, dengan Perwira Upacara Kapten Inf Jemry Mamengko dan Komandan Upacara Lettu Inf Jose Da Conceicao.

Dalam amanat tertulis Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si, yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, ditekankan apresiasi mendalam atas dedikasi prajurit. Namun, Panglima juga memberikan catatan khusus mengenai situasi keamanan global yang kian dinamis.

Dampak Konflik Global dan Kewaspadaan Prajurit

Panglima TNI menyoroti situasi konflik antara Iran-Israel dan Amerika Serikat yang terus memanas. Konflik di Timur Tengah tersebut dinilai berdampak luas pada stabilitas politik dan ekonomi nasional. Kabar duka juga menyelimuti institusi TNI yang harus kehilangan beberapa prajurit terbaiknya saat menjalankan tugas internasional di perbatasan Israel-Lebanon.

“Dalam situasi ini, kesiapan dan kewaspadaan terhadap tugas dan fungsi satuan di wilayah masing-masing harus tetap tinggi,” tegas Panglima TNI dalam amanat yang dibacakan Mayor Kav Yatman.

Perang Informasi di Media Sosial

Selain kewaspadaan fisik, Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan instruksi tegas terkait penggunaan media sosial bagi seluruh prajurit dan PNS TNI. Arus informasi yang cepat sering kali disusupi oleh opini negatif, berita bohong (hoaks), dan provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Seluruh prajurit dan PNS TNI harus hati-hati. Kita harus menjaga institusi TNI dengan menyampaikan hal-hal positif. Jika institusi dirugikan di media sosial, kita perlu memiliki kepedulian untuk menjawab dengan santun dan beretika,” lanjutnya.

Melalui amanat ini, seluruh jajaran Kodim 1605/Belu diharapkan tetap teguh menjaga kedaulatan di batas negeri, sembari tetap menjaga profesionalisme dalam berkomunikasi di dunia digital demi menjaga nama baik korps.RM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *