ATAMBUA – Trans Timor News -“Kehidupan adalah pergi untuk pulang.” Filosofi mendalam ini mengiringi langkah jajaran pengelola KSP Kopdit Pintu Air Cabang Atambua saat menyambangi rumah duka Almarhumah Mama Yety Bere pada Senin (24/03/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk menyerahkan dana solidaritas duka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada salah satu anggota setianya.
Penyerahan Simbolis oleh Pastor Paroki
Dalam suasana penuh kekeluargaan, prosesi penyerahan dana duka dilakukan secara langsung kepada ahli waris. Pengelola KSP Kopdit Pintu Air memberikan kepercayaan kepada Romo Servas Naben, Pr (Pastor Paroki Tukuneno) untuk menyerahkan santunan tersebut di hadapan para pelayat yang hadir.
Pemberian ini merupakan bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi Almarhumah Mama Yety yang telah menjadi bagian dari keluarga besar Kopdit Pintu Air Cabang Atambua. Almarhumah dikenal sebagai sosok anggota aktif yang menunjukkan kesetiaan luar biasa kepada lembaga hingga akhir hayatnya.
Pintu Air: Rumah bagi Semua Golongan
Manajer KSP Kopdit Pintu Air Cabang Atambua dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga ini bukan sekadar institusi keuangan, melainkan “rumah” bagi seluruh masyarakat.
“Pintu Air hadir untuk merangkul dan merasakan langsung kondisi kehidupan anggotanya tanpa memandang perbedaan suku, budaya, maupun ras,” ungkap sang Manajer.
Ajakan Berbagi Kebaikan
Melalui aksi nyata di rumah duka ini, KSP Kopdit Pintu Air kembali mengajak masyarakat luas untuk bergabung dan merasakan manfaat menjadi bagian dari komunitas ini. Dengan slogan “Dari Pintu Air untuk masyarakat, oleh Pintu Air kembali kepada masyarakat,” lembaga ini berkomitmen untuk terus hadir dalam suka maupun duka demi kesejahteraan bersama.Rian
