Refleksi Iman “Ora Et Labora”: Pengelola KSP Kopdit Pintu Air Belu dan Insana Gelar Rekoleksi di Lurasik

SINERGI IMAN DAN KERJA: Romo Ino berfoto bersama jajaran komite dan manajemen KSP Kopdit Pintu Air wilayah Kabupaten Belu dan Insana usai kegiatan rekoleksi di Gereja St. Petrus dan Paulus Lurasik (20/3). Kegiatan ini menekankan pentingnya profesionalitas pelayanan yang berlandaskan kasih dan semangat Ora Et Labora. (Foto: Dok. Humas Pintu Air)

TTUTrans Timor News – Menjelang hari raya Paskah, ratusan pengelola KSP Kopdit Pintu Air dari wilayah Kabupaten Belu dan Insana berkumpul dalam suasana penuh khidmat di Gereja St. Petrus dan Paulus Lurasik, Jumat (20/3/2026). Kegiatan rekoleksi bertajuk “Dari Pintu Air Menuju Pintu Sukacita” ini bertujuan memperkuat spiritualitas pelayan dalam menjalankan tugas profesional mereka.

Acara ini dihadiri oleh jajaran komite dan manajemen dari enam kantor cabang, yakni Cabang Atambua, Motaain, Vehalaran, Lamaknen, Melus Timur, serta Cabang Insana sebagai tuan rumah.

Bekerja dengan Hati, Melayani dengan Roh

Dalam khotbah pembukanya, Romo Ino menekankan bahwa integritas dalam bekerja tidak bisa dipisahkan dari iman. Ia mengingatkan para pengelola agar tidak bekerja sesuka hati, melainkan dengan tanggung jawab penuh yang bersumber dari kasih.

“Cintailah pekerjaan Anda terlebih dahulu, maka pelayanan itu akan berbuah dan mengalir kepada siapa saja. Pintu Air harus menjadi pintu sukacita dan pintu surga bagi semua orang yang bernaung di bawahnya,” tegas Romo Ino.

Beliau menjelaskan bahwa setiap pelayanan yang diberikan kepada anggota adalah wujud dari karya Roh Kudus dalam diri setiap pegawai. Oleh karena itu, profesionalitas dalam melayani anggota merupakan bentuk nyata dari penghayatan iman.

Harmoni Ora Et Labora

Lebih lanjut, Romo Ino mengajak seluruh keluarga besar KSP Kopdit Pintu Air untuk menghidupi prinsip Ora Et Labora—berdoa dan bekerja. Menurutnya, usaha kerja akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan ketekunan ibadah.

Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini juga menjadi momen persiapan batin bagi para karyawan untuk menyambut Paskah dengan hati yang bersih. Dengan membawa semangat “Rumah yang Nyaman”, para pegawai diharapkan mampu menjadikan kantor pelayanan sebagai tempat yang membawa kedamaian bagi masyarakat.

“Pelayanan yang datang dari hati akan selalu membawa kedamaian bagi orang lain,” tutup Romo Ino dalam pesan refleksinya.Rian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *