Kisah Haru Difabel di Belu: Rela Tinggal di Rumah Nyaris Roboh Demi Kuliahkan Anak

Kolase foto memperlihatkan detail kerusakan rumah Bapak Dominggus di Dusun Baumauk. Tampak dinding batako yang jebol (kiri atas dan tengah bawah), atap seng bekas dan struktur kayu lapuk yang miring (kanan atas), serta kondisi interior serba terbatas dengan lantai bambu, peralatan makan seadanya, dan spanduk bekas yang digunakan sebagai penutup dinding (bawah).

BELUTrans Timor News -Di balik dinding batako yang retak dan atap kayu yang miring, tersimpan sebuah keteguhan hati yang luar biasa dari Dusun Baumauk, Desa Renrua. Bapak Dominggus Ulu Kehi, seorang penyandang disabilitas fisik, memilih bertaruh nyawa tinggal di hunian yang tak layak huni selama satu dekade terakhir. Bukan karena enggan memperbaiki, melainkan karena ia memilih menaruh setiap rupiah hasil keringatnya sebagai petani demi satu impian besar: memastikan putrinya meraih gelar sarjana.

Pendidikan di Atas Keselamatan Diri

Kondisi rumah Bapak Dominggus saat ini sangat memprihatinkan. Struktur bangunan sudah tidak lagi tegak, dengan dinding yang jebol di berbagai sisi dan atap seng bekas yang tak lagi mampu menahan amukan cuaca. Ruang sempit di dalamnya terpaksa difungsikan secara serbaguna, menjadi saksi bisu perjuangan keluarga ini bertahan hidup dengan peralatan seadanya.

“Kami lebih mengutamakan anak sekolah sampai selesai. Biarlah rumah ini seperti ini dulu, yang penting anak bisa kuliah,” ujar Dominggus dengan nada tegar. Baginya, pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan, meski ia sendiri harus hidup di bawah bayang-bayang risiko rumah roboh setiap harinya.

Harapan Akan Uluran Tangan Pemerintah

Perjuangan Dominggus selama 10 tahun terakhir mencerminkan dedikasi orang tua yang luar biasa di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi. Namun, keselamatan tetaplah prioritas yang tidak bisa diabaikan selamanya. Masyarakat setempat kini berharap Pemerintah Kabupaten Belu dan Pemerintah Desa Renrua segera turun tangan.

Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diharapkan menjadi solusi nyata. Mengingat statusnya sebagai warga kurang mampu sekaligus penyandang disabilitas, Bapak Dominggus dinilai sangat layak mendapatkan prioritas bantuan agar ia bisa terus mendukung pendidikan anaknya tanpa harus mengorbankan keamanan tempat tinggal.Rian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *