Atambua – Trans Timor News– Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 113 pejabat struktural Eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belu. Pelantikan tersebut merupakan bagian dari mutasi dan penyegaran jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan Keputusan Bupati Belu tertanggal 11 Maret 2026 tentang pengangkatan ASN dalam jabatan pengawas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada para pejabat bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan dedikasi.
“Sebagai aparatur pemerintah daerah Kabupaten Belu, kita menyadari bahwa tantangan pembangunan masih cukup besar. Karena itu saya berharap para pejabat yang hari ini dilantik mampu bekerja dengan semangat pengabdian, memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan,” ujar Vicente.
Ia juga mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, menjaga nilai-nilai gotong royong, serta menjunjung tinggi budaya kerja yang disiplin dan profesional.
Menurutnya, aparatur pemerintah harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang bekerja dengan hati, mampu mendengar aspirasi rakyat, serta berkomitmen membangun daerah agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.
“Kepada para pejabat yang baru dilantik, saya ucapkan selamat menjalankan tugas. Tunjukkan kinerja terbaik saudara, bangun kerja sama yang baik dengan seluruh jajaran, dan jadilah pemimpin yang mampu memberi teladan,” tegasnya.
Dalam arahannya, Vicente juga mengingatkan para pejabat agar mampu memahami dan menyelesaikan persoalan masyarakat secara tepat. Ia mengutip sebuah prinsip yang dikenal sebagai hukum Gidlin, yang menyatakan bahwa ketika suatu persoalan dituliskan dengan jelas dan spesifik, maka setengah dari masalah tersebut sebenarnya sudah terselesaikan.
“Karena itu, jadilah pemimpin yang mampu mencatat setiap persoalan yang dihadapi masyarakat dan menyelesaikannya untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa ASN adalah bagian dari masyarakat, bukan pihak yang harus dilayani. Oleh sebab itu, para aparatur diminta menjadi ASN yang modern, kompeten, dan solutif.
“Jabatan bukanlah panggung untuk berkuasa, melainkan amanah untuk melayani,” tegas Wakil Bupati.
Dari total 113 pejabat yang dilantik, sejumlah posisi strategis mengalami penyegaran jabatan, di antaranya:
-
Paulus Charles R. Djaga, ST – Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Belu
-
Ferdinand Hale Kin, ST – Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
-
Ir. Elok Wahju Hidajat – Sekretaris Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
-
dr. Vincentius Adrianus Leo – Direktur UPTD RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD
-
Alsino Dos Santos Martins, S.Sos – Camat Kakuluk Mesak
-
Aloisius Sixtus Dedy Luan, S.AP – Camat Lamaknen
-
Ferdinandus Bone Lau, S.IP – Camat Raimanuk
-
Katarina Mura, S.IP – Camat Atambua Selatan
Selain itu, sejumlah pejabat juga dilantik sebagai lurah di beberapa wilayah, antara lain:
-
Norbertus R. Bere Mau, SH – Lurah Atambua
-
Ludovikus A. Laku Loi, A.Md – Lurah Fatubenao
-
Elias Yunus Tes Mali, SH – Lurah Tenukiik
-
Yasintha Mau Kuru, S.IP – Lurah Manumutin
-
Herlina Sandy Pareira, ST – Lurah Bardao
-
Aloysius Berek Asa, SE – Lurah Beirafu
-
Wilhelmus Suri Kehik, A.Md – Lurah Umanen
-
Wenseslaus Y. Da Costa Bria, SE, MM – Lurah Manuaman
-
Emerentiana Moru, SST – Lurah Fatukbot
Pelantikan tersebut turut dihadiri pimpinan DPRD Kabupaten Belu, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh agama yang hadir sebagai saksi rohani.
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Belu berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat memperkuat kinerja birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Rian
