{"id":993,"date":"2026-03-09T08:31:06","date_gmt":"2026-03-09T08:31:06","guid":{"rendered":"https:\/\/transtimornews.id\/?p=993"},"modified":"2026-03-09T08:31:06","modified_gmt":"2026-03-09T08:31:06","slug":"longsor-ancam-permukiman-translokasi-piebulak-warga-harap-perhatian-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/2026\/03\/09\/longsor-ancam-permukiman-translokasi-piebulak-warga-harap-perhatian-pemerintah\/","title":{"rendered":"Longsor Ancam Permukiman Translokasi Piebulak, Warga Harap Perhatian Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\"><em><strong>Piebulak-Laksel<\/strong><\/em> \u2014 Bencana tanah longsor kembali menjadi ancaman bagi masyarakat yang bermukim di kawasan translokasi Piebulak, Desa Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Warga yang tinggal di kawasan tersebut berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap kondisi lingkungan yang semakin rawan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">Longsor sebenarnya bukanlah bencana baru di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), khususnya di kawasan pembangunan translokasi Piebulak. Kondisi geografis yang berada di daerah perbukitan membuat kawasan tersebut rentan mengalami pergerakan tanah, terutama saat musim hujan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">Kawasan translokasi Piebulak sendiri merupakan program pembangunan permukiman yang diperuntukkan bagi masyarakat Desa Loonuna. Pembangunan infrastruktur berupa rumah dan jalan di kawasan tersebut dilaksanakan oleh pemerintah pusat dengan harapan dapat menata permukiman warga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">Namun, harapan tersebut kini mulai terganggu akibat ancaman longsor yang terus terjadi di sekitar permukiman warga.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">Salah seorang warga sekaligus korban terdampak longsor, Heryanto Mali, kepada media Transtimornews menuturkan bahwa kerusakan rumah mulai terlihat sejak awal tahun 2026.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">\u201cPada bulan Januari lalu rumah yang kami tempati mulai retak. Kami sempat mencoba memperbaikinya dengan semen dan pasir, tetapi karena hujan terus turun, tanah kembali longsor sehingga kami terpaksa meninggalkan rumah dan tinggal di rumah keluarga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">Ia menambahkan bahwa sudah sekitar tiga minggu dirinya bersama keluarga mengungsi di rumah kerabat karena khawatir kondisi rumah semakin membahayakan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">\u201cSudah tiga minggu kami tinggal di rumah keluarga. Sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">Heryanto juga mengaku sempat berkomunikasi dengan perangkat desa setempat untuk menyampaikan kondisi yang dialami warga.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">Menurutnya, dari hasil diskusi tersebut diperoleh informasi bahwa pembangunan kawasan translokasi tersebut merupakan program pemerintah pusat sehingga pemerintah desa tidak memiliki kewenangan penuh untuk menanganinya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">Meski demikian, ia berharap pemerintah desa tetap hadir memberikan perhatian dan mencari solusi bersama masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify\">\u201cKami masyarakat tidak tahu kalau pembangunan ini diurus oleh pemerintah pusat. Tetapi ketika masyarakat mengalami kesulitan seperti ini, kami berharap pemerintah desa tidak tinggal diam. Setidaknya bisa berdiskusi dengan masyarakat untuk mencari solusi, misalnya melakukan penghijauan bersama agar longsor bisa dicegah,\u201d harapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah agar kawasan translokasi Piebulak tetap aman untuk dihuni serta tidak membahayakan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan tersebut.<em><strong>Aleto<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Piebulak-Laksel \u2014 Bencana tanah longsor kembali menjadi ancaman bagi masyarakat yang bermukim di kawasan translokasi Piebulak, Desa Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Warga yang tinggal di kawasan tersebut berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap kondisi lingkungan yang semakin rawan. Longsor sebenarnya bukanlah bencana baru di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":994,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,10],"tags":[410,408,414,102,412,30,103,407,238,413,411,409],"class_list":["post-993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-polhukam","tag-bencana-alam-ntt","tag-bencana-longsor","tag-berita-belu","tag-desa-loonuna","tag-jalan-hampir-putus","tag-kabupaten-belu","tag-lamaknen-selatan","tag-longsor-belu","tag-perbatasan-ri-timor-leste","tag-permukiman-translokasi","tag-rumah-warga-retak","tag-translokasi-piebulak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=993"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/993\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":995,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/993\/revisions\/995"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}