{"id":977,"date":"2026-03-08T13:29:45","date_gmt":"2026-03-08T13:29:45","guid":{"rendered":"https:\/\/transtimornews.id\/?p=977"},"modified":"2026-03-09T00:14:51","modified_gmt":"2026-03-09T00:14:51","slug":"panen-jagung-kelompok-tani-wekatimun-di-desa-fatulotu-capai-68-ton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/2026\/03\/08\/panen-jagung-kelompok-tani-wekatimun-di-desa-fatulotu-capai-68-ton\/","title":{"rendered":"Panen Jagung Kelompok Tani Wekatimun di Desa Fatulotu Capai 6,8 Ton"},"content":{"rendered":"<p class=\"isSelectedEnd\"><em><strong>Lasiolat<\/strong><\/em> \u2014 Semangat optimisme menyelimuti para petani di Dusun Takarabat, Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, setelah sukses melaksanakan panen jagung pada Jumat (6\/3\/2026). Panen tersebut menjadi bukti meningkatnya produktivitas pertanian jagung di wilayah tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Desa Fatulotu dikenal sebagai salah satu sentra pertanian jagung di Kecamatan Lasiolat dengan potensi lahan mencapai puluhan hektare. Panen kali ini difokuskan pada lahan milik Herman Mau, anggota Kelompok Tani Wekatimun, yang turut didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam kegiatan panen tersebut, para petani sebagian besar menggunakan benih jagung hibrida jenis Nusa Timorre 77. Pemilihan benih tersebut dinilai mampu memberikan hasil yang baik serta memiliki masa panen relatif singkat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Fatulotu, Gregoria Kutu, mengatakan bahwa keberhasilan panen tidak terlepas dari penerapan teknik budidaya yang tepat oleh para petani.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">\u201cPetani di sini telah membuktikan bahwa dengan penerapan teknik budidaya yang baik, hasil panen dapat optimal. Benih jagung hibrida Nusa Timorre 77 mampu mencapai masa panen sekitar 95 hari,\u201d jelas Gregoria.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen ini juga tidak terlepas dari pendampingan berbagai pihak, termasuk Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Agustina Bety, jajaran Polsek Lasiolat, serta Pemerintah Desa Fatulotu.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dari lahan tersebut, hasil panen yang diperoleh mencapai sekitar 6,8 ton jagung. Capaian tersebut dinilai cukup tinggi dan menjadi indikator keberhasilan penerapan praktik agronomis yang baik oleh para petani.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Beberapa teknik budidaya yang diterapkan antara lain penggunaan benih sekitar 15 kilogram per hektare, pengaturan jarak tanam ideal 75 x 25 sentimeter, serta pemupukan dasar menggunakan pupuk organik pada saat pengolahan tanah.<\/p>\n<p>Gregoria berharap keberhasilan panen tersebut tidak hanya memberikan keuntungan bagi Kelompok Tani Wekatimun, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Desa Fatulotu dan wilayah Kecamatan Lasiolat pada umumnya.<em><strong>Rian<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lasiolat \u2014 Semangat optimisme menyelimuti para petani di Dusun Takarabat, Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, setelah sukses melaksanakan panen jagung pada Jumat (6\/3\/2026). Panen tersebut menjadi bukti meningkatnya produktivitas pertanian jagung di wilayah tersebut. Desa Fatulotu dikenal sebagai salah satu sentra pertanian jagung di Kecamatan Lasiolat dengan potensi lahan mencapai puluhan hektare. Panen kali&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":978,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[150,383,30,384,381,382,385,237,202,154],"class_list":["post-977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","tag-desa-fatulotu","tag-jagung-hibrida-timorre-77","tag-kabupaten-belu","tag-kelompok-tani-wekatimun","tag-ketahanan-pangan","tag-panen-jagung","tag-pertanian-ntt","tag-polda-ntt","tag-polres-belu","tag-polsek-lasiolat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=977"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":980,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/977\/revisions\/980"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}