{"id":1661,"date":"2026-09-23T03:26:29","date_gmt":"2026-09-23T03:26:29","guid":{"rendered":"https:\/\/transtimornews.id\/?p=1661"},"modified":"2026-09-23T03:26:29","modified_gmt":"2026-09-23T03:26:29","slug":"antrean-panjang-bbm-di-belu-menggelisahkan-ketua-bem-stisip-fajar-timur-butuh-perhatian-solusi-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/2026\/09\/23\/antrean-panjang-bbm-di-belu-menggelisahkan-ketua-bem-stisip-fajar-timur-butuh-perhatian-solusi-nyata\/","title":{"rendered":"Antrean Panjang BBM di Belu Menggelisahkan, Ketua BEM STISIP Fajar Timur: Butuh Perhatian &amp; Solusi Nyata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1662\" src=\"https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_000000002e4881f5b5f92554ad26264c.png\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"1402\" srcset=\"https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_000000002e4881f5b5f92554ad26264c.png 1122w, https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_000000002e4881f5b5f92554ad26264c-240x300.png 240w, https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_000000002e4881f5b5f92554ad26264c-819x1024.png 819w, https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_000000002e4881f5b5f92554ad26264c-768x960.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">ATAMBUA \u2013 Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Belu menjadi persoalan yang meresahkan masyarakat dan memerlukan penanganan serius. Hal itu disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua, Kornelis Da Silva.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar soal distribusi, melainkan menyangkut kepentingan publik secara luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><em>\u201cMasyarakat berhak memperoleh akses BBM yang mudah, adil, dan merata sesuai kebutuhan sehari-hari,\u201d ujar Kornelis Da Silva.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Antrean yang berulang tidak hanya membuang waktu dan tenaga, tetapi juga mengganggu mobilitas warga, menaikkan biaya transportasi, serta menghambat kegiatan usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Kornelis mendesak Pemerintah Kabupaten Belu, pihak Pertamina, serta pengelola SPBU memperbaiki koordinasi dan memastikan kelancaran distribusi. Transparansi mengenai jumlah stok dan jadwal pengiriman juga dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas, sehingga tidak terjadi kepanikan maupun penumpukan antrean.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Selain itu, BEM STISIP Fajar Timur mendorong pengawasan yang ketat terhadap praktik yang dapat memicu kelangkaan atau penyaluran yang tidak tepat sasaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><em>\u201cKami mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjaga ketertiban selama mengantre, sekaligus bersama-sama mengawal persoalan ini secara konstruktif. Kami berharap solusi segera dihadirkan agar kebutuhan BBM warga Belu terpenuhi dan aktivitas kembali berjalan normal,\u201d tegasnya.<strong>RIAN96<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ATAMBUA \u2013 Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Belu menjadi persoalan yang meresahkan masyarakat dan memerlukan penanganan serius. Hal itu disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua, Kornelis Da Silva. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar soal distribusi, melainkan menyangkut kepentingan publik secara luas. \u201cMasyarakat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,13],"tags":[],"class_list":["post-1661","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-daerah","category-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1661","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1661"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1661\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1663,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1661\/revisions\/1663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1661"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1661"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1661"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}