{"id":1655,"date":"2026-09-22T04:19:23","date_gmt":"2026-09-22T04:19:23","guid":{"rendered":"https:\/\/transtimornews.id\/?p=1655"},"modified":"2026-09-22T04:19:23","modified_gmt":"2026-09-22T04:19:23","slug":"cegah-resistensi-antibiotik-pemkab-belu-loka-pom-perkuat-pengawasan-dan-penggunaan-obat-secara-bijak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/2026\/09\/22\/cegah-resistensi-antibiotik-pemkab-belu-loka-pom-perkuat-pengawasan-dan-penggunaan-obat-secara-bijak\/","title":{"rendered":"Cegah Resistensi Antibiotik, Pemkab Belu &amp; Loka POM Perkuat Pengawasan dan Penggunaan Obat Secara Bijak"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1656\" src=\"https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_00000000baa881f599db4372a71077bb.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1536\" srcset=\"https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_00000000baa881f599db4372a71077bb.png 1024w, https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_00000000baa881f599db4372a71077bb-200x300.png 200w, https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_00000000baa881f599db4372a71077bb-683x1024.png 683w, https:\/\/transtimornews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/file_00000000baa881f599db4372a71077bb-768x1152.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><strong>ATAMBUA<\/strong> \u2013 Ancaman resistensi antimikroba atau kebalnya kuman terhadap obat pengobatan mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Belu. Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., menegaskan komitmen ini saat membuka Bimbingan Teknis dan Advokasi Pengendalian Resistensi Antimikroba (AMR) bagi penanggung jawab sarana pelayanan kefarmasian, Selasa (22\/9\/2026) di Hotel Nusantara I, Atambua.<\/p>\n<p>Penggunaan antibiotik yang tidak tepat membuat obat kehilangan kekuatan saat sangat dibutuhkan. Karena itu, Pemkab Belu telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 699\/895\/KES\/IX\/2025 tentang Pencegahan dan Pengendalian Resistensi Antibiotika, yang mewajibkan penggunaan obat secara rasional, berbasis resep, serta disertai informasi yang jelas kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Namun, pengawasan Loka POM Kabupaten Belu masih menemukan apotek yang menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter. Hal ini mendorong penguatan edukasi dan kesepakatan bersama seluruh pihak terkait.<\/p>\n<p><em>\u201cPengendalian AMR tidak bisa dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, apotek, organisasi profesi, hingga masyarakat,\u201d tegas Wabup Vicente.<\/em><\/p>\n<p><strong>Lintas Sektor Menjaga Kesehatan<\/strong><br \/>\nKepala Loka POM Kabupaten Belu, Ferdian Dwi Armanto, S.Farm., Apt., menjelaskan AMR membuat pengobatan menjadi sulit, masa perawatan lebih lama, dan biaya kesehatan meningkat. Penanganannya harus menyentuh kesehatan manusia, hewan, maupun lingkungan.<\/p>\n<p><em>\u201cPenggunaan antibiotik bukan hak sembarangan. Apotek berada di garis depan \u2014 bukan hanya menyediakan obat, tetapi memastikan obat dipakai tepat, aman, dan memberi manfaat maksimal,\u201d ujarnya.<\/em><\/p>\n<p>Kegiatan yang digelar Loka POM Belu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan, serta Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Belu, membahas pemahaman AMR, penyebab, dampak, hingga tata cara pemberian obat yang benar.<\/p>\n<p>Momen ini juga ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemkab Belu dan Loka POM Kabupaten Belu. Diharapkan seluruh pihak bersinergi menumbuhkan kesadaran bahwa antibiotik harus dihormati dan dijaga agar tetap ampuh melindungi kesehatan seluruh warga Belu.<strong><em>RIAN96<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ATAMBUA \u2013 Ancaman resistensi antimikroba atau kebalnya kuman terhadap obat pengobatan mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Belu. Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., menegaskan komitmen ini saat membuka Bimbingan Teknis dan Advokasi Pengendalian Resistensi Antimikroba (AMR) bagi penanggung jawab sarana pelayanan kefarmasian, Selasa (22\/9\/2026) di Hotel Nusantara I, Atambua. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-1655","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-daerah","category-health"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1655"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1655\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1657,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1655\/revisions\/1657"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}