{"id":1329,"date":"2026-05-25T01:31:29","date_gmt":"2026-05-25T01:31:29","guid":{"rendered":"https:\/\/transtimornews.id\/?p=1329"},"modified":"2026-05-25T14:06:30","modified_gmt":"2026-05-25T14:06:30","slug":"sarat-makna-tradisi-suku-nainoe-bitali-tah-mate-gelar-pemasangan-rangka-rumah-adat-di-biboki-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/2026\/05\/25\/sarat-makna-tradisi-suku-nainoe-bitali-tah-mate-gelar-pemasangan-rangka-rumah-adat-di-biboki-selatan\/","title":{"rendered":"Sarat Makna Tradisi, Suku Nainoe Bitali Tah Mate Gelar Pemasangan Rangka Rumah Adat di Biboki Selatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"3\"><b data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"0\">TTU, Trans Timor News<\/b> \u2013 Suasana penuh kekeluargaan dan kebahagiaan menyelimuti pelataran adat di Baki, Desa Sukun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Sebanyak tujuh suku terkait berkumpul bersama untuk menyukseskan acara ritual pemasangan rangka rumah adat Suku Nainoe Bitali Tah Mate, Jumat (22\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"4\">Momen sakral ini dihadiri oleh para pemuka dan perwakilan suku-suku kerabat, di antaranya Suku Usi Kaesnube, Ama Boikletes, Ama Neon Basu, Ama Lakamnasi, Ama Alupan, Ama Nelake, dan Ama Banusu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"5\"><b data-path-to-node=\"5\" data-index-in-node=\"0\">Tradisi Menghormati Leluhur<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"6\">Ketua Suku (<i data-path-to-node=\"6\" data-index-in-node=\"12\">Atoin Amaf<\/i>) Suku Nainoe Bitali Tah Mate, <b data-path-to-node=\"6\" data-index-in-node=\"53\">Antonius Senu<\/b>, menyampaikan bahwa pembangunan rumah suku ini merupakan kewajiban adat sekaligus tradisi turun-temurun untuk menghormati dan mengenang arwah para leluhur serta anggota suku yang telah mendahului.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"7\">Rumah adat ini berfungsi sebagai pusat pemersatu, tempat musyawarah, dan penyelesaian berbagai urusan adat bagi seluruh anggota keluarga suku.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"8\"><b data-path-to-node=\"8\" data-index-in-node=\"0\">Arsitektur Tradisional Bertumpu pada <i data-path-to-node=\"8\" data-index-in-node=\"37\">Ni Aina<\/i><\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"9\">Antonius menjelaskan secara detail arsitektur dan teknik teknik pemasangan struktur kuda-kuda serta kerangka atap rumah adat mereka. Pembangunan ini menggunakan teknik tradisional khas Biboki yang bertumpu pada kayu induk (<i data-path-to-node=\"9\" data-index-in-node=\"223\">ni aina<\/i>) dan kayu penopang (<i data-path-to-node=\"9\" data-index-in-node=\"251\">fa&#8217;a<\/i>) untuk membentuk atap kerucut yang menjuntai anggun hingga hampir menyentuh tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"10\">Berikut rincian konstruksi rangka atap yang sarat nilai filosofis tersebut:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"11\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,0,0\"><b data-path-to-node=\"11,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Struktur Utama:<\/b> Rangka atap didukung penuh oleh satu tiang utama di bagian tengah (<i data-path-to-node=\"11,0,0\" data-index-in-node=\"83\">ni aina<\/i>) yang kemudian dikelilingi oleh tiang-tiang penunjang yang lebih kecil.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,1,0\"><b data-path-to-node=\"11,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Kuda-kuda dan Usuk (<i data-path-to-node=\"11,1,0\" data-index-in-node=\"20\">Suaf<\/i>):<\/b> Kayu-kayu penyangga atap dipasang secara radial (melingkar) dari tiang tengah menjulur ke arah luar. Komponen kayu penyangga radial ini dikenal dengan sebutan <i data-path-to-node=\"11,1,0\" data-index-in-node=\"186\">suaf<\/i>.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,2,0\"><b data-path-to-node=\"11,2,0\" data-index-in-node=\"0\">Pengikat Alami:<\/b> Seluruh rangka diikat kuat menggunakan material yang disediakan oleh alam, seperti serat hutan atau rotan. Teknik ikat ini memastikan susunan kuda-kuda tetap berbentuk kerucut sempurna dan kokoh menghadapi terpaan angin kencang.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,3,0\"><b data-path-to-node=\"11,3,0\" data-index-in-node=\"0\">Atap Alang-alang:<\/b> Sebagai sentuhan akhir, rangka luar ditutupi oleh alang-alang kering yang diikat berlapis-lapis. Atap alami ini terbukti ampuh menahan air hujan dan memiliki daya tahan yang sangat baik, berkisar antara 15 hingga 20 tahun.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"12\"><b data-path-to-node=\"12\" data-index-in-node=\"0\">Diakhiri Prosesi Makan Adat<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"13\">Setelah seluruh struktur rangka dan kuda-kuda atap berhasil ditegakkan dengan gotong royong, acara ritual ini ditutup dengan prosesi <b data-path-to-node=\"13\" data-index-in-node=\"133\">Makan Adat<\/b> bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"14\">Prosesi makan bersama ini dilaksanakan di tempat khusus yang telah disiapkan oleh suku bersangkutan, sebagai simbol syukur, berkat, serta pengikat tali persaudaraan yang tak terputus antar-suku di wilayah adat Biboki.<em><strong>RM<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TTU, Trans Timor News \u2013 Suasana penuh kekeluargaan dan kebahagiaan menyelimuti pelataran adat di Baki, Desa Sukun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Sebanyak tujuh suku terkait berkumpul bersama untuk menyukseskan acara ritual pemasangan rangka rumah adat Suku Nainoe Bitali Tah Mate, Jumat (22\/05\/2026). Momen sakral ini dihadiri oleh para pemuka dan perwakilan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":1330,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,11],"tags":[958,957,955,959,956,953,954,19],"class_list":["post-1329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-sosbud","tag-antonius-senu","tag-arsitektur-tradisional-timor","tag-biboki-selatan","tag-budaya-daki","tag-desa-sukun","tag-rumah-adat-ttu","tag-suku-nainoe-bitali-tah-mate","tag-trans-timor-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1329"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1342,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1329\/revisions\/1342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}