{"id":1212,"date":"2026-04-23T10:00:17","date_gmt":"2026-04-23T10:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/transtimornews.id\/?p=1212"},"modified":"2026-04-23T10:00:17","modified_gmt":"2026-04-23T10:00:17","slug":"jalur-sabuk-merah-maudemu-dirun-nyaris-putus-total-akses-wisata-fulan-fehan-terancam-lumpuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/2026\/04\/23\/jalur-sabuk-merah-maudemu-dirun-nyaris-putus-total-akses-wisata-fulan-fehan-terancam-lumpuh\/","title":{"rendered":"Jalur Sabuk Merah Maudemu\u2013Dirun Nyaris Putus Total, Akses Wisata Fulan Fehan Terancam Lumpuh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"3\"><em><strong>LAMAKNEN, Trans Timor News \u2013<\/strong> <\/em>Bencana tanah longsor kembali mengancam infrastruktur vital di wilayah perbatasan RI-RDTL. Ruas jalan Sabuk Merah yang menghubungkan Desa Maudemu dan Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, mengalami kerusakan parah akibat longsor. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi masyarakat lumpuh total, terutama bagi kendaraan roda empat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"4\">Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter tersebut membuat badan jalan amblas, sehingga saat ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dengan ekstra waspada.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"5\">PUPR Sempat Meninjau, Namun Belum Ada Tindak Lanjut<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"6\">Sekretaris Desa Maudemu, Norbertus Mali Bere, mengungkapkan kekecewaannya karena penanganan jalan strategis ini terkesan lamban. Padahal, tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dikabarkan sudah pernah meninjau lokasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"7\">&#8220;Waktu itu dari dinas PUPR sudah datang ke lokasi, namun sampai hari ini belum ada tindak lanjut. Jalan ini sekarang putus total karena tanah longsor. Jika tidak segera ditangani, masyarakat akan sangat kesulitan,&#8221; ujar Norbertus kepada media, Kamis (23\/04\/2026).<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"8\">Dampak Ekonomi dan Pembangunan Warga<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"9\">Lumpuhnya akses jalan ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga. Norbertus mencontohkan, banyak warga yang sedang membangun rumah kini terhenti karena material bangunan tidak bisa diangkut ke lokasi menggunakan truk atau kendaraan roda empat lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"10\">Selain menghambat mobilitas warga lokal, kerusakan ini juga menjadi ancaman bagi sektor pariwisata Kabupaten Belu. Ruas jalan ini merupakan salah satu akses utama menuju destinasi wisata nasional Fulan Fehan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"11\">&#8220;Kami memohon kepada pemerintah agar secepatnya dilakukan perbaikan. Ini jalan penghubung ke destinasi wisata Fulan Fehan. Kasihan masyarakat dan wisatawan yang hendak melintas jika kondisinya dibiarkan parah seperti ini,&#8221; tambah Norbertus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-path-to-node=\"12\">Warga berharap Pemerintah Kabupaten Belu maupun Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, mengingat jalur Sabuk Merah merupakan urat nadi pertahanan sekaligus ekonomi di beranda terdepan NKRI.<em><strong>RM<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMAKNEN, Trans Timor News \u2013 Bencana tanah longsor kembali mengancam infrastruktur vital di wilayah perbatasan RI-RDTL. Ruas jalan Sabuk Merah yang menghubungkan Desa Maudemu dan Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, mengalami kerusakan parah akibat longsor. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi masyarakat lumpuh total, terutama bagi kendaraan roda empat. Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 10&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":1213,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[785,781,784,783,778,782,779,19,780],"class_list":["post-1212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","tag-berita-perbatasan-ri-rdtl","tag-desa-maudemu","tag-dinas-pupr-belu","tag-infrastruktur-ntt","tag-jalan-sabuk-merah-perbatasan","tag-lamaknen","tag-longsor-belu-2026","tag-trans-timor-news","tag-wisata-fulan-fehan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1212"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1214,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1212\/revisions\/1214"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1213"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtimornews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}