Jadi Role Model di NTT, Pemkab Belu Gelar Seleksi Terbuka 8 Jabatan Eselon II Bersama Tim Asesor Provinsi

UJI KOMPETENSI: Suasana pembukaan Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemkab Belu di Gedung Wanita Betelalenok, Rabu (08/04). Kegiatan yang didampingi langsung oleh Tim Asesor BPSDMD Provinsi NTT ini bertujuan untuk menjaring pemimpin birokrasi yang kompeten dan berintegritas demi kemajuan Kabupaten Belu.

ATAMBUA, Trans Timor News – Pemerintah Kabupaten Belu terus melakukan lompatan besar dalam menata birokrasi yang profesional. Komitmen ini dibuktikan dengan dimulainya Seleksi Terbuka (Selter) untuk pengisian delapan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lingkup Pemkab Belu yang berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Rabu (08/04/2026).

Pelaksanaan seleksi ini mendapat pendampingan langsung dari Tim Asesor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kehadiran tim ahli ini bertujuan untuk menjamin transparansi serta akuntabilitas dalam menjaring figur pemimpin birokrasi yang kompeten.

Ketua Tim Asesor, Guido El Joacim Laga, S.STP, M.Si, secara terbuka memuji kesigapan Pemkab Belu dalam menata administrasi kepegawaian. Menurutnya, keberhasilan Belu menyelesaikan tantangan administratif sesuai koridor hukum layak dijadikan percontohan bagi daerah lain.

“Kabupaten Belu berhasil menunjukkan tata kelola SDM aparatur yang baik. Kami berharap ini menjadi role model atau contoh bagi kabupaten-kabupaten lain di NTT dalam hal kepatuhan regulasi kepegawaian,” ujar Guido saat acara pembukaan.

Asesmen Berlaku Tiga Tahun, Fokus pada Kompetensi Manajerial

Dalam proses ini, Tim Asesor tidak hanya menilai kemampuan manajerial, tetapi juga aspek sosial kultural para peserta. Hasil dari asesmen ini nantinya akan memiliki masa berlaku selama tiga tahun sebagai acuan penting dalam rekam jejak karier para pejabat yang bersangkutan.

Selain pelelangan delapan jabatan teknis, Pemerintah Provinsi NTT juga memberikan catatan strategis terkait pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Belu. Guido menjelaskan bahwa sesuai aturan, proses seleksi Sekda nantinya akan melibatkan pejabat dari tingkat provinsi guna menjaga integritas dan objektivitas penilaian.

Sinergi untuk Transformasi Pelayanan Publik

Sinergi yang kuat antara Pemkab Belu dan Pemprov NTT ini merupakan langkah nyata untuk melahirkan pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD) yang mampu mengakselerasi program kerja Bupati Belu. Transformasi SDM aparatur diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat di beranda terdepan NKRI ini.

Hingga berita ini diturunkan, para peserta Selter terpantau sedang mengikuti tahapan penilaian kompetensi di bawah pengawasan ketat tim ahli dari Kupang.Rian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *