BELU – Puluhan tahun hidup dalam kegelapan, masyarakat di beranda terdepan NKRI tepatnya di Desa Lutharato dan Sisi Fatuberal, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, akhirnya meluapkan kekecewaannya. Mereka mengirimkan pesan terbuka kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, setelah janji pemasangan jaringan listrik dari PLN tak kunjung terealisasi.
Janji Manis yang Berakhir Kecewa
Salah seorang warga, Yosep Loro, mengungkapkan bahwa harapan sempat melambung ketika petugas PLN melakukan survei menggunakan drone di wilayah mereka. Bahkan, pihak PLN dikabarkan telah merinci kebutuhan material hingga upah pekerja kepada kepala dusun Fomuku.
“Mereka sampaikan bahwa tanggal 29 Maret 2026 tiang listrik akan segera diturunkan, namun sampai detik ini tidak ada satu pun tiang yang muncul. Kami merasa hanya diberi harapan palsu,” ujar Yosep dengan nada kecewa.
PLN Belu: Masih Tunggu Keputusan Pusat
Saat dikonfirmasi, pihak PLN Kabupaten Belu membenarkan bahwa proses survei telah dilakukan. Namun, mereka menyatakan bahwa kendali penuh berada di tangan pemerintah pusat.
“Benar, tim kami sudah turun survei. Saat ini kami masih menunggu instruksi dan informasi lebih lanjut dari Kementerian ESDM, karena mereka yang mengurus langsung. Kami akan tanyakan dulu hasilnya seperti apa,” jelas perwakilan PLN Belu.
Pernyataan tersebut justru memicu amarah warga yang menilai pihak PLN hanya melakukan “lempar tanggung jawab” birokrasi tanpa memberikan solusi konkret di lapangan.
Surat Cinta untuk Presiden Prabowo
Melalui narasi bertajuk “Salam Cinta, Salam Juang”, masyarakat Desa Lutharato dan Sisi Fatuberal menyuarakan jeritan hati mereka kepada Presiden Prabowo Subianto. Berikut adalah poin-poin utama dalam pernyataan mereka:
-
Jangan Anak Tirikan Perbatasan: Warga merasa dianaktirikan dalam pembangunan nasional, padahal listrik adalah kebutuhan pokok.
-
Garda Terdepan NKRI: Masyarakat mengingatkan bahwa mereka adalah saksi sejarah dan garda terdepan yang menjaga kedaulatan NKRI sejak tahun 1975.
-
Kepastian, Bukan Janji: Warga mendesak kepastian tanggal realisasi, bukan sekadar janji di atas kertas yang berulang kali diingkari.
Ancaman Demonstrasi Besar-Besaran
Kekecewaan warga nampaknya sudah mencapai puncaknya. Salah satu tokoh pemuda setempat yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa kesabaran masyarakat ada batasnya.
“Masyarakat sudah terlalu lama kenyang dengan janji. Jika dalam waktu satu minggu ke depan tiang listrik tidak juga diturunkan, kami akan melakukan konsolidasi massa. Kami akan menduduki Kantor DPRD, PLN, dan Kantor Bupati Belu untuk menagih janji yang selama ini dikhianati,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat di tapal batas RI-RDTL tersebut masih menanti kepastian nyata agar malam-malam mereka tidak lagi diselimuti kegelapan.Aleto
