Lautan Umat Katolik Lahurus Hayati Sengsara Kristus dalam Prosesi Jalan Salib Terakhir

Ratusan umat Paroki St. Petrus Lahurus mengikuti prosesi Jalan Salib terakhir pada Jumat Agung 2026 sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Yesus Kristus.

Lasiolat –Trans Timor News – Ratusan umat Katolik Paroki Santo Petrus Lahurus, Keuskupan Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), memadati rute prosesi Jalan Salib terakhir pada Jumat pagi (03/04/2026). Ritual sakral ini dilaksanakan untuk mengenang kembali kisah sengsara, penyaliban, hingga wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgota sebagai inti dari perayaan Jumat Agung.

Prosesi Penuh Hikmat

Perjalanan spiritual ini dimulai dari Taman Doa Raman Cruz dan berakhir di pelataran Gereja St. Petrus Lahurus. Sepanjang rute, umat tampak larut dalam doa dan meditasi, merenungkan 14 perhentian yang menggambarkan penderitaan Kristus.

Kehadiran ratusan umat ini menjadi bukti nyata penghormatan mendalam kepada Kristus yang tersalib, sekaligus bentuk kesetiaan menjalankan ajaran Sabda Tuhan yang menjadi fondasi iman Katolik di wilayah perbatasan ini.

Kehadiran Tokoh Agama dan Keamanan

Hampir seluruh elemen umat Paroki Lahurus tumpah ruah mengikuti prosesi ini sebagai persiapan batin sebelum melaksanakan tradisi Cium Salib yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari.

Suasana religius ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:

  • Pater Dismas Mauk, SVD dan Pater Andi Fani, SVD.

  • Para Suster SSPS Lahurus.

  • Kapolsek Lasiolat beserta jajaran personelnya yang memastikan keamanan rute.

  • Anggota Satpol PP Kabupaten Belu, Roberto Saka.

Sinergi antara tokoh agama dan aparat keamanan ini memastikan seluruh rangkaian ibadat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Catatan Redaksi: Prosesi Jalan Salib merupakan tradisi tahunan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tri Hari Suci di Keuskupan Atambua, memperkuat solidaritas dan spiritualitas masyarakat setempat.Rian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *