Desak Transparansi, Keluarga Frans Asten Minta Polda NTT Buka Server Telkomsel

Keluarga Frans Asten Penuhi Panggilan Polda NTT: Fokus Cari Peristiwa Pidana di Balik Kematian Korban

KUPANGTrans Timor News – Penanganan kasus kematian misterius Fransiskus Xaverius Asten memasuki babak baru. Didampingi kuasa hukum, keluarga almarhum menyambangi Mapolda NTT untuk memenuhi panggilan klarifikasi sekaligus mendesak penyidik bergerak lebih progresif, termasuk melakukan pelacakan digital melalui provider telekomunikasi, Jumat (27/3/2026).

Dorong Pembukaan Server Telkomsel

Kuasa hukum keluarga, Silvester Nahak, S.H., menegaskan bahwa salah satu kunci untuk mengungkap tabir kematian Frans Asten adalah dengan menelusuri jejak komunikasi terakhir korban. Ia meminta Polda NTT segera menyurati pihak Telkomsel guna membuka akses server.

“Penting bagi penyidik untuk segera bersurat ke Telkomsel. Kami butuh transparansi terkait percakapan-percakapan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal. Ini poin krusial yang harus segera dilakukan,” ujar Silvester di Mapolda NTT.

Soroti Kinerja Penyidik Polres Belu

Selain permintaan akses digital, Silvester juga menyoroti lambannya kinerja penyidik Polres Belu dalam menangani kasus ini. Menurutnya, penanganan di tingkat Polres terkesan minim progres dan kekurangan bukti kuat.

Dalam pertemuan dengan Bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) Polda NTT, pihak keluarga meminta adanya pengawasan ketat terhadap manajemen kerja penyidik di Belu.

“Kami minta penyidik Polres Belu lebih proaktif. Kasus ini misterius dan minim bukti, sehingga penyidik harus benar-benar fokus dalam proses penyelidikan agar peristiwa pidananya segera terungkap terang benderang,” tegasnya.

Respons Polda NTT

Kasubagdumasan Polda NTT, AKP Anas, membenarkan adanya agenda pertemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemanggilan pihak keluarga dan kuasa hukum bertujuan untuk mengumpulkan keterangan tambahan guna memperkuat berkas penyelidikan.

“Agenda ini adalah bagian dari proses klarifikasi. Kami mendengarkan aspirasi keluarga dan mengumpulkan keterangan tambahan sebagai bahan evaluasi serta pengembangan penyelidikan ke depan,” jelas AKP Anas.Rian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *