TASTIM – Trans Timor News Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi kembali memicu bencana tanah longsor di Dusun Lamasi B, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim). Bencana yang terjadi pada Jumat (20/3/2026) ini mengakibatkan empat rumah warga mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni lagi, dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa memilukan ini menimpa kediaman milik Daniel Leki, Meki Yansen Koi Mali, Antonius Leto, dan Lusianus Koi Mali. Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi keempat rumah tersebut sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan penghuninya. Akibat kerusakan struktur bangunan yang fatal, para pemilik rumah beserta keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko jatuhnya korban jiwa.
Bencana tanah longsor di wilayah ini sejatinya merupakan dampak dari kondisi geografis tanah yang berada di zona rawan. Ditambah dengan curah hujan yang terus meningkat belakangan ini, pergerakan tanah dilaporkan telah terjadi secara terus-menerus sejak tahun 2023. Meski kerusakan kali ini tergolong sangat parah, para warga terdampak dilaporkan telah mendapatkan perhatian serta bantuan darurat bencana dari pemerintah setempat dan instansi terkait untuk meringankan beban mereka.
Merespons situasi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Manleten bergerak cepat melaksanakan patroli dan pemantauan langsung di lokasi titik longsor. Dalam kunjungannya, personel Bhabinkamtibmas yang didampingi oleh Kepala Wilayah Dusun Lamasi B memberikan imbauan tegas kepada masyarakat sekitar agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dalam durasi lama.
Warga diminta untuk segera memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah susulan guna mempercepat langkah evakuasi dan penanganan darurat. Hingga saat ini, pihak keamanan dan perangkat desa masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan keselamatan seluruh warga Desa Manleten.Rian
