Belu, Nusa Tenggara Timur — Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) memastikan pelayanan lintas batas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain tetap berjalan optimal meskipun sempat terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Belu dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Banjir terjadi di kawasan sekitar Bundaran Motaain hingga akses gerbang keluar menuju Pos Lintas Batas Batugade, Timor Leste, pada Selasa (3/3/2026).
Genangan air dipicu meluapnya aliran sungai di bawah jembatan penghubung Indonesia–Timor Leste yang memiliki tinggi bebas (clearance) relatif rendah. Ketika debit air meningkat secara signifikan akibat curah hujan tinggi, aliran air tertahan dan meluap ke area sekitar.
Kondisi tersebut diketahui merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun apabila hujan lebat turun selama beberapa hari berturut-turut. Karakteristik topografi serta sistem aliran air di kawasan perbatasan turut mempengaruhi terjadinya banjir di wilayah tersebut.
Akibat kejadian ini, aktivitas pelayanan lintas batas sempat mengalami perlambatan sementara. Namun, langkah antisipatif segera dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jasa maupun petugas selama jam operasional.
Sebagai tindak lanjut, tenaga kebersihan PLBN Motaain bersama petugas kebersihan Pos Batugade, Timor Leste, melakukan pembersihan sisa lumpur yang terbawa banjir. Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi dan kerja sama lintas batas dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan kawasan perbatasan.
Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, menyampaikan bahwa kondisi saat ini telah sepenuhnya terkendali.
“Peristiwa ini memang menjadi perhatian kami karena hampir terjadi setiap tahun apabila hujan lebat turun beberapa hari berturut-turut. Namun demikian, kami memastikan respons cepat selalu dilakukan agar pelayanan lintas batas tetap berjalan aman dan terkendali. Kami juga terus melakukan pemantauan kondisi cuaca serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan jangka panjang,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif, Kepala PLBN Motaain juga telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur untuk menurunkan tim teknis guna melakukan kajian dan merumuskan solusi penanganan banjir di kawasan PLBN.
Pengendalian infrastruktur tersebut merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, BNPP menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan lintas batas tetap berjalan optimal dalam berbagai kondisi, sekaligus menjamin kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan kepastian layanan bagi masyarakat di kawasan perbatasan.
Kehadiran PLBN sebagai beranda terdepan negara tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan lintas batas, tetapi juga menjadi representasi nyata kehadiran negara dalam merespons situasi darurat secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan di wilayah perbatasan.Rian
