Polres Belu Periksa 11 Saksi, Keluarga Minta Transparansi Kasus Kematian Frans Asten

Almarhum Fransiskus Xaverius Asten semasa hidup. Kasus dugaan kematian tidak wajar yang menimpanya kini masih dalam penanganan Polres Belu.

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Belu tengah memeriksa 11 orang saksi terkait kasus dugaan kematian tidak wajar almarhum Fransiskus Xaverius Asten, Kepala BPD Belu. Keluarga korban meminta agar penanganan kasus tersebut dilakukan secara transparan dan profesional.

Perkembangan penanganan perkara disampaikan penyidik melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) bernomor SP2HP/33/II/2026/Reskrim tertanggal 12 Februari 2026. Surat tersebut ditandatangani Kasatreskrim Polres Belu, AKP Rio R. Panggabean.

Dalam SP2HP tersebut dijelaskan bahwa penyidik telah memeriksa 11 orang saksi yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa kematian Frans Asten. Penyidik juga memastikan bahwa penyelidikan akan terus diperluas guna mengungkap penyebab kematian korban secara menyeluruh.

Diketahui, Frans Asten meninggalkan rumah pada Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 17.55 WITA. Hingga keesokan harinya, Sabtu (8/11/2025), korban tidak kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut sebagai kasus orang hilang dan melakukan upaya pencarian.

Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Minggu, 9 November 2025, di Kilo 8 Jalur Arapupu. Kematian Frans Asten dinilai tidak wajar oleh pihak keluarga, terutama oleh istri korban. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, pihak kepolisian telah melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Sebagai bentuk dorongan agar kasus ini segera tuntas, keluarga almarhum yang diwakili Pius Maxi Mura, bersama istri dan keluarga besar, mendatangi Mapolres Belu untuk menanyakan langsung perkembangan penyelidikan.

“Kami berharap penyidik bekerja dengan sungguh-sungguh dan menyampaikan perkembangan kasus ini secara resmi kepada keluarga,” ujar Maxi kepada wartawan.

Selain itu, keluarga meminta Polres Belu menyampaikan perkembangan kasus melalui rilis pers resmi, agar keluarga korban maupun masyarakat dapat mengetahui secara terbuka sejauh mana proses hukum berjalan.

Maxi juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah bertemu dengan DPRD Belu guna meminta dukungan lembaga legislatif agar penanganan kasus kematian almarhum Frans Asten dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.Rian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *