Bangun Iman dan Karakter Siswa, SDN Fohomane Resmikan Gua Maria Ina Feto Matak Malirin

Umat, guru, orang tua murid, serta unsur pemerintah dan masyarakat mengikuti Misa Pemberkatan Gua Maria Ina Feto Matak Malirin di kompleks SDN Fohomane, Desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, Senin (16/2/2026).

BeluSDN Fohomane, Desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, kian menegaskan eksistensinya sebagai sekolah negeri yang berkarakter religius. Di lingkungan sekolah tersebut kini telah dibangun Gua Maria, sebuah ruang devosi khas tradisi Gereja Katolik.

Gua Maria yang diberi nama Ina Feto Matak Malirin itu diberkati oleh Pater Mikhael Rusae, Pastor Paroki St. Petrus Lahurus, melalui Misa pemberkatan yang berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026. Kehadiran gua doa ini menambah nuansa religius di kompleks SDN Fohomane.

Perayaan Ekaristi pemberkatan dihadiri oleh Camat Lasiolat, jajaran Polsek Lasiolat, Kepala Desa Lakanmau, para kepala sekolah, donatur, komite sekolah, para guru, serta orang tua murid.

Dalam homilinya, Pastor Mikhael Rusae menegaskan makna kehadiran patung Bunda Maria yang ditempatkan menghadap ke area sekolah.

“Patung ini diletakkan untuk menyambut siapa pun yang datang ke tempat ini. Menghadap ke sekolah menandakan bahwa Bunda Maria menjaga setiap orang yang datang ke SDN ini. Saat kalian datang ke sekolah, berdoalah dan mohon perlindungan Bunda Maria,” ujar Pastor Mikhael.

Sementara itu, Camat Lasiolat menyampaikan apresiasi kepada para penggagas yang telah bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat Desa Lakanmau dalam membangun taman doa tersebut. Menurutnya, keberadaan Gua Maria Ina Feto Matak Malirin menjadi sarana pembinaan iman dan karakter, khususnya bagi peserta didik SDN Fohomane.

Tampak Gua Maria Ina Feto Matak Malirin yang dibangun di lingkungan SDN Fohomane, Desa Lakanmau, sebagai ruang doa dan sarana pembinaan iman serta karakter bagi peserta didik.

Ia juga berharap taman doa ini ke depan dapat ditata lebih baik sehingga berpotensi menjadi destinasi wisata rohani. Namun demikian, Camat Lasiolat menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, terutama akses jalan, sebagai sarana transportasi yang memadai.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami di tingkat kecamatan untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan dinas teknis agar akses jalan dapat diperhatikan,” ungkapnya.

Kepala SDN Fohomane, Robbi Alberto, menjelaskan bahwa penamaan Gua Maria Ina Feto Matak Malirin disesuaikan dengan konteks budaya dan lokasi sekolah yang berada di Desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pastor Mikhael Rusae, pemerintah setempat, para donatur dari dalam dan luar negeri, serta masyarakat Desa Lakanmau yang telah memberikan dukungan penuh atas pembangunan gua doa tersebut.
Robbi Alberto mengajak seluruh warga sekolah, baik guru maupun peserta didik, untuk memanfaatkan Gua Maria sebagai tempat berdoa dan memohon perlindungan serta bimbingan Bunda Maria dalam setiap aktivitas pendidikan.Rian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *