Adik Korban Beberkan Kondisi Fransiskus Xaverius Asten, Sebut Ada 11 Titik Luka pada Tubuh

Adik kandung almarhum Fransiskus Xaverius Asten, Katarina Alberta Tahan, menyampaikan keterangan kepada wartawan saat jumpa pers keluarga di Tulamalae, Kabupaten Belu, Kamis (12/2/2026).

Belu – Katarina Alberta Tahan, adik kandung almarhum Fransiskus Xaverius Asten, mengungkapkan kondisi korban yang meninggal dunia secara tidak wajar.  Pernyataan tersebut disampaikan Katarina dalam kegiatan jumpa pers keluarga korban yang digelar di Tulamalae, Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 08.00 WITA.

Dalam keterangannya, Katarina menyebutkan bahwa kondisi jenazah korban mengalami kerusakan parah di sejumlah bagian tubuh. Ia menjelaskan, bagian kepala korban mengalami kerusakan berat, termasuk pada bagian tengkuk. Selain itu, tangan kanan korban juga dilaporkan mengalami kerusakan serius hingga ke bagian lengan.

Lebih lanjut, Katarina menuturkan bahwa berdasarkan hasil autopsi yang diterima pihak keluarga, terdapat sekitar 11 titik luka pada tubuh korban. Temuan tersebut, menurutnya, memperkuat keyakinan keluarga bahwa almarhum meninggal dunia dalam kondisi yang tidak wajar.

Terkait proses evakuasi jenazah, Katarina menjelaskan bahwa pengangkatan jenazah dilakukan dengan sangat hati-hati atas arahan pihak kepolisian.

“Polisi suruh yang berhak angkat harus keluarga kandung. Waktu angkat, Bapak Alo angkat dari kepala dan Bapak Sen dari kaki. Waktu angkat sangat hati-hati karena takut darah keluar,” ujar Katarina Alberta Tahan.

Selain itu, Katarina juga mengungkapkan bahwa keluarga menemukan dua karung di dekat lokasi jenazah, masing-masing berukuran sekitar 50 kilogram dan 10 kilogram. Temuan tersebut menambah pertanyaan pihak keluarga terkait peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Fransiskus Xaverius Asten.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga berharap aparat kepolisian, khususnya Polres Belu, dapat segera mengungkap kasus ini secara menyeluruh, transparan, dan profesional.

“Harapan kami sebagai keluarga, semoga Polres Belu bisa secepatnya mengungkap kasus ini, supaya kami keluarga juga bisa merasakan kepuasan dan keadilan,” kata Katarina. /Rian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *