DILI–transtimornews.id- Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor Leste, Miguel Marques Goncalves Manetelu telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI), Budi Karya Sumadi untuk membuka rute penerbangan internasional di Oekusi.
Pertemuan tersebut dilakukan usai menghadiri pembukaan Forum Transportasi Udara Asia Pasifik 2024 di Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa (17/9/2024).

RESMIKAN- Presiden Republik Timor Leste periode 2017-2022, Francisco Guterres Lu Olo meresmikan Bandara Bandar Udara Oékusi Rota do Sândalo pada 18 Juni 2019.
Dalam pertemuan itu, Menteri Miguel Manetelu dan Menteri Budi Karya Sumadi membahas pengembangan kerja sama sektor transportasi, antara lain angkutan lintas batas negara, transportasi udara, serta sumber daya manusia.
Terkait angkutan lintas batas negara, Menhub Indonesia menyambut baik permintaan Timor Leste untuk membuka rute baru ke Oekusi. Menurut dia, hal tersebut akan meningkatkan konektivitas masyarakat dan arus dagang kedua negara.
“Saat ini Indonesia juga sedang membangun Terminal Barang Internasional di Wini, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan memfasilitasi peningkatan pergerakan perdagangan,” kata Menhub Budi Karya Sumadi melalui laman resmi Kementerian Perhubungan Indonesia, yang diakses Trans Timor News pada Jumat (20/9/2024).
Kemudian, terkait kerja sama pada sektor udara, Menhub RI meminta Timor-Leste melakukan diskusi lebih lanjut dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengenai permintaan bantuan teknis pengembangan prosedur instrumen penerbangan Bandara Oekusi dan dukungan terkait penerbangan lainnya, serta Nota Kesepahaman tentang Delegasi Layanan Lalu Lintas Udara.
Senada dengan dua rencana kerja sama sebelumnya, pada kerja sama sumber daya manusia Menhub RI juga menyampaikan dukungannya. Menhub RI mengatakan, hal tersebut menjadi langkah konkret Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusia Indonesia dan Timor Leste.
“Pada tahun ajaran 2024, Kemenhub Indonesia telah memilih 29 orang taruna (Timor-Leste) untuk menempuh pendidikan di Politeknik Penerbangan Surabaya, Politeknik Penerbangan Palembang, serta Politeknik Penerbangan Indonesia Curug dengan fokus program studi penerbangan. Selain itu, Politeknik Transportasi Bali telah memberikan pelatihan keselamatan jalan dan inspeksi kendaraan bermotor,” tuturnya.
Dijelaskan, Forum Transportasi Udara Asia Pasifik dan pertemuan bilateral dengan Timor Leste merupakan acara sampingan dari rangkaian Pameran Kedirgantaraan Internasional atau Bali International Airshow (BIAS) 2024, yang digelar pada 18-21 September 2024.
Sebelumnya, pada 21 agustus 2024, Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor Leste, Miguel Marques Gonçalves Manetelu telah mengajukan penandatanganan nota kesamapahaman (MoU) bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebagai bagian dari penguatan bidang transportasi kedua negara.
Ia pernah menegaskan pertemuannya dengan Kemenhub Indonesia nanti akan dibahas mengenai sertifikasi Bandar Udara Oékusi Rota do Sândalo sebagai Bandara Internasional dan penggunaan ruang udara atau airspace karena Oékusi sebagai daerah enklave dari Timor Leste di tengah negara Indonesia.
Bandar Udara Oékusi Rota do Sândalo dibangun kembali pada 2015 dan diresmikan oleh Mantan Presiden Republik Timor-Leste, Francisco Guterres pada 18 Juni 2019 untuk melayani rute domestik dan internasional. (mik)
