DILI–transtimornews.id—Paus Fransiskus pada kunjungannya ke Kongregasi ALMA (Asosiasi Lembaga Misionaris Awam) mengatakan orang yang berbagi kehidupan dengan orang-orang yang paling membutuhkan adalah sebuah program cinta sejati antara sesama manusia.
“Berbagi kehidupan dengan orang-orang yang paling membutuhkan adalah sebuah program kehidupan, dan program cinta Kristen sejati. Saya berterima kasih atas apa yang Anda (ALMA) lakukan. Saya berterima kasih kepada anak-anak yang telah memberikan kesaksian kepada kami bahwa mereka telah mengizinkan untuk diasuh di tempat ini,” kata Paus Fransiskus saat bertemu dengan anak-anak disabilitas di Kongreasi ALMA, Pantai Kelapa, Dili, Selasa (10/9/2024).
Bapa Suci mengatakan, “Ada satu hal yang selalu saya pikirkan. Ketika Yesus berbicara tentang penghakiman terakhir dan berkata kepada orang-orang ‘ikutlah Aku’ tetapi bukan karena Anda melakukan ini atau itu… Yesus berkata ikutlah Aku karena Anda telah merawat saya, ketika saya lapar, ketika saya haus, ketika saya sakit… (mengutip Injil Matius),” kata Paus Franciskus.
Bapa Suci menyebutnya sebagai sakramen orang miskin. Sebuah cinta yang membangun, dan menguatkan tanpa cinta, dan hal ini tidak dapat dipahami.
“Jadi, kita tidak dapat memahami kasih Yesus yang telah memberikan hidup-Nya bagi kita, jika kita tidak masuk ke dalam diri kita sendiri. Anak-anak ini mengajarkan kita bagaimana kita harus membiarkan orang lain mengurus kita. Biarkan diri kita sendiri, jaga diri kita sendiri, biarkan orang lain menjaga kita. Dalam hal ini, mereka adalah para ahli dalam menjaga anak-anak,” tuturnya.
“Apa yang diajarkan oleh Silvan (seorang anak yang dibawa dekat dengan Paus) kepada kita adalah untuk berhati-hati. Jika kita melihat wajahnya yang tertidur (Silvan) dengan nyenyak dan sama seperti dia membiarkan dirinya dijaga, kita juga harus membiarkan diri kita dijaga. Biarlah Allah yang adalah Bapa kita menjaga kita dan Maria, ibu kita, menjaga kita,” katanya.
Pada kesempatan itu, Penanggung Jawab Kongregasi ALMA, Suster Gertudes Bidi, mengatakan ALMA berdiri sejak 1964 dan pada 8 September 2024 memasuki usinya yang ke 60.
Selama ini, ALMA selalu berfokus pada masalah kemanusiaan yang melihat dan bertanggungjawab pada anak-anak di panti asuhan dengan berkebutuhan khusus baik cacat fisik maupun non fisik. Komunitas ALMA melayani kelompok orang-orang miskin, kaum difabel dan anak-anak terlantar yang membutuhkan bantuan dan dukungan secara moril.
ALMA memiliki misi besar untuk mewartakan Injil kepada masyarakat miskin, disabilitas dan terlantar dengan misi iman dan misi kasih khususnya melayani masyarakat miskin, ikut serta dalam misi Nasrani.
Visi ALMA adalah menjadikan Injil nyata dan efektif bagi masyarakat miskin saat ini, mengikuti teladan dan semangat Santo Vinsensius de Paul, dan Santo Fransiskus de Asisi khususnya dengan Kristus dan Bunda Maria sebagai teladan bagi seluruh anggota ALMA.
Iapun mengatakan, ALMA berkarya di Timor-Leste sejak 14 Oktober 2004. “Jadi, selama kami disini fokus pada anak-anak tuna runggu/bicara, tuna grahita (kondisi gangguan perkembangan belajar, penalaran, sosial, dan kemampuan hidup anak yang dapat menghambat pertumbuhan), tuna daksa/tuna fisik, tuna Netra, autisme, anak-anak terlantar, anak-anak kurang gizi dan mereka yang hidup dalam kemiskinan. Mereka adalah harta warisan kami yang sangat berharga,” ujarnya.
Suster Gertrudis menjelaskan kondisi gangguan perkembangan belajar, penalaran, sosial, dan kemampuan hidup anak yang dapat menghambat pertumbuhan. Namun, cita-cita dari ALMA adalah menjadikan injil yang nyata dan efektif ditengah dunia masa kini.
“Seperti yang dikatakan Bapa suci Paus Fransiskus bahwa orang miskin dan berkebutuhan khusus menyelamatkan kita, karena mereka menunjukan wajah kristus kepada kita,” paparnya.
Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Kongreasi ALMA dengan menggunakan mobil Toyota Sienta dan didampingi Uskup Agung Metropolitan Dili, Virgílio Kardinal do Carmo da Silva. SDB, dan Pastor Joaqium Sarmento, SJ.
Saat turun dari mobil langsung diterima oleh Penanggung Jawab Kongregasi ALMA, Suster Gertrudis Bidi, dan langsung dikalungi Tais oleh seorang anak laki-laki, dilanjutkan dengan pemberian bunga tangan oleh dua orang anak perempuan. Selanjutnya, Paus disambut dengan tarian khas Timor-Leste yang dibawakan oleh anak-anak asuh Kongregasi ALMA.
Saat tiba di ruang Aula langsung disambut dengan nyanyian yang dibawakan oleh anak-anak kaum difabel asuhan ALMA dengan musik “ Bemvindu Amu Papa” atau Selamat Datang Bapa Suci”.
Usai memberikan sambutan, Paus Fransiskus mengajak anak-anak kaum difabel berdoa Salam Maria. (mik)
