Headlines

Paus Fransiskus: Maromak Haraik Bênção Ba Timor-Lorosae

DILItranstimornews.idPemimpin umat katolik sedunia dan kepala negara Vatikan,Paus Fransiskus dalam pertemuannya dengan Presiden Republik Timor Leste, Jose Ramos Horta, Pemerintahan Konstitusional IX pimpinan Perdana Menteri (PM) Kay Rala Xanana Gusmao, Masyarakat Sipil, dan Korps Diplomatik di Istana Kepresidenan, menyampaikan pesan pada masyarakat Timor-Leste dengan bahasa Tetun: “Maromak haraik bênção ba Timor-Lorosae! yang artinya Tuhan memberikan berkat pada Timor-Leste.

Melalui  pidatonya, Paus Fransiskus mempercayakan Timor-Leste dan seluruh rakyatnya kepada perlindungan Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda, Pelindung surgawi yang dipanggil dengan gelar Perawan Aitara.

TULIS PESAN-Paus Fransiskus menulis pesan di buku tamu saat melakukan kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Timor Leste, Senin (9/9/2024).

“Semoga dia selalu menyertai dan membantu Anda dalam misi Anda untuk membangun negara yang bebas, demokratis, dan bersatu di mana tidak seorang pun merasa dikucilkan dan setiap orang dapat hidup dalam damai dan bermartabat. “Maromak haraik bênção ba Timor-Lorosae!,” ucap Paus Fransiskus  dalam pidatonya di Istana Kepresidanan, Bairro Pite, Dili, Senin (9/9/2024).

Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus berterima kasih kepada Presiden Republik Timor Leste, José Ramos-Horta, atas sambutannya yang cukup menarik. Di tempat ini, Asia dan Oseania saling bersentuhan. Dalam arti tertentu, keduanya juga bertemu dengan Eropa, yang meskipun secara geografis jauh, tampak lebih dekat karena perannya di wilayah ini selama lima abad terakhir.

Sesungguhnya, para misionaris Dominika pertama tiba di sini dari Portugal pada abad keenam belas, membawa serta iman Katolik dan berbahasa Portugis. Saat ini, baik bahasa Portugis maupun Tetum adalah dua bahasa resmi negara Timor Leste.

Agama Katolik, yang lahir di Asia, tiba di pelosok benua ini melalui para misionaris Eropa, yang menjadi saksi panggilan universal dan kemampuannya untuk menyelaraskan diri bahkan dengan budaya yang paling beragam, yang menemukan perpaduan baru yang lebih tinggi dan mendalam saat berjumpa dengan Injil.

Tanah ini, yang dihiasi dengan gunung-gunung, hutan, dan dataran, dikelilingi oleh laut yang berkilau, kaya akan buah-buahan dan kayu yang harum dan halus, tanah yang membangkitkan perasaan damai dan sukacita dalam jiwa, telah melalui masa yang menyakitkan di masa lalu. (mik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *