DILI– Menjelang kunjungan pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus di Timor Leste, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili mengeluarkan himbaun kepada Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mentaati beberapa hal yaitu memastikan pribadi dan karyawan yang bekerja selama kunjungan Paus mengenakan kartu identitas yang semestinya dan berkoordinasi dengan Polisi Nasional Timor Leste (PNTL) dan FALINTIL-Forsa Defesa Timor Leste (F-FDTL) dalam hal terdapatnya masalah darurat (emergency) atau kegiatan yang mencurigakan.
Dalam himbaun itu disebutkan bahwa bisnis termasuk hotel tetap buka, namun pergerakan kendaraan akan dibatasi dan staff harus berjalan kaki ke tempat kerja, sehingga perlu pengaturan jadwal kerja.
Penutupan jalan dan pembatasan pergerakan kendaraan selama kunjungan Paus dari tanggal 9 hingga 11 September 2024 yakni pada 9 September 2024, jalan dari Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Komoro, Dili, dan Istana Presiden akan ditutup. Kemudian, pada 10 September 2024, jalan sepanjang Pantai Kelapa ke Madre Alma, Timor Plaza, Katedral dan Tasi Tolu akan ditutup. Pada 11 September 2024, jalan dari Merkadu Lama ke Bandara Dili akan ditutup.
Disebutkan bahwa selama kunjungan Paus Fransiskus (9-11 September 2024), kawasan Hotel Timor hingga Kedutaan Besar Vatikan akan menjadi daerah terbatas (Restricted Area) dan akan dilakukan langkah-langkah pengamanan ketat yang akan berpengaruh pada pergerakan kendaraan dan orang serta operasi bisnis di Dili.
Selama kunjungan Paus dari 9 hingga 11 September 2024, pergerakan kendaraan akan dibatasi secara ketat. Tiap kendaraan hanya boleh diisi maksimal 3 orang penumpang. Penumpang dan kendaraan harus memiliki akses.
Pengaturan operasional di Bandara, Pemerintah Timor Leste telah memutuskan untuk menutup operasional Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato selama kunjungan Paus dari tanggal 9 hingga 11 September 2024. Penerbangan komersil akan kembali normal pada pukul 13.00 WTL, tanggal 11 September 2024, setelah kepergian Paus dari Timor Leste.
Pengaturan perbatasan, mulai dari 1 hingga 12 September 2024, akan dilakukan penutupan perbatasan di 4 titik yaitu di Salele dan Suai di Cova Lima serta Sakato dan Oesilo di Oekusi. Para pelintas batas bisa keluar dari Timor Leste melalui titik-titik tersebut, namun masuk kembali ke Timor Leste hanya melalui Batugade dan Bandara Internasional Dili. (Laporan Mikael Mali Mau, kontributor Trans Timor News dari Dili Timor Leste)
