Headlines

Jalan rusak, Masyarakat Desa Loonuna katakan ini merupakan lukisan alami

Laksel – Loonuna merupakan salah desa yang berada di kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Ketika masuk kawasan desa ini pengendara maupun pejalan kaki selalu melihat lukisan-lukisan alami yang dibuat secara langsung oleh hujan yakni bebatuan dan lubang yang berserakan kiri kanan. Selain daripada itu ada Kali Molis di Dusun Liu yang sampai saat ini belum diperhatikan secara maksimal sehingga kali tersebut semakin luas dan membahayakan kehidupan masyarakat setempat.

Fransiskus Mau salah satu pemuda dari Desa Loonuna mengatakan “Secara kasat mata jalan di desa Loonuna belum pernah diperhatikan langsung oleh pemerintah daerah kabupaten Belu. Keadaan jalan hari ini sangat buruk sehingga susah dilalui kendaraan, apalagi dimusim hujan seperti ini. Masyarakat mau keluar pun malas dan takut”.

Kondisi Jalan di desa Loonuna yang rusak akibat tergerus aliran air

Iapun menambahkan kehidupan masyarakat Dusun Liu pada saat musim hujan sangat memprihatikan. “Terutama kami warga Dusun Liu kalau musim hujan begini kami mau bergerak kesana-kesini pun sangat stengah mati, mau ke Nokarwek (kampung tetangga) pun dihalang banjir (belum ada jembatan dan jalan putus) kemudian mau ke Pauk, Piebulak pun kondisi jalan yang sangat rusak (Batu-batu, licin dan berlubang).

Menurut data pusat statistik provinsi Nusa Tenggara Timur jumlah penduduk masyarakat Desa Loonuna sebanyak 1589. Pekerjaan masyarakat desa ini sebagai petani, peternak, pengusaha lokal, dan guru pengajar sehingga akses jalan yang memadai sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.

Menurut Gregorius Rikson Bele akses jalan yang buruk ini akan menghancurkan kehidupan masyarakat sebab mau keluar pun stengah mati. “Ketika hujan saya kadang berpikir jika ada masyarakat yang sakit parah atau mau melahirkan kira-kira bisa dibawa ke rumah sakit atau tidak”.

Pemuda yang akrap disapa Rikson ini pun menyampaikan pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Belu harus berpikir kritis soal kehidupan masyarakat desa Loonuna hari ini, apabila PemDa belum bisa intervensi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemda harus melakukan lobi-lobi struktural, baik itu ke Pemerintah Desa maupun Pemerintah Provinsi untuk memperhatikan hal ini karena jika didiamkan terus maka persoalan mengenai jalan ini akan berkepanjangan.

Iapun menambahkan akses jalan yang buruk berdampak buruk pada tanggung jawab dan pendapatan masyarakat. “Para guru pengajar yang hari ini mengajar di sekolah dalam desa dan luar desa pun diperlambat, kemudian daripara itu pada sektor ekonomi pun sama. Masyarakat mau menjual dan membeli pun diperhambat sehingga perputaran ekonomi dalam masyarakat kurang baik”.

Berdasarkan beberapa point itu kami masyarakat berharap pemerintah daerah hadir untuk memperhatikannya. Kalau tidak perbaiki berarti lukisan-lukisan alami dijalan ini semakin bertambah, tutupnya sambil tertawa.ale

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *