DILI– transtimornews.id- Setelah memperingati 25 tahun Jajak Pendapat (Referendum) 30 Agustus 1999-30 Agustus 2024, pemerintah dan rakyat Timor Leste memperingati 25 tahun misi INTERFET di Timor Leste.
Peringatan 25 tahun INTERFET diwarnai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat Timor Leste. Salah satu kegiatan adalah parade militer yang digelar di Dili pada Sabtu (14/9/2024).
Parade militer itu dimulai dari Pelabuhan Dili menuju Istana Kepresidenan, Bairro Pite, Dili. Peserta parade militer adalah mantan anggota INTERFET, veteran Timor-Leste, dan anggota F-FDTL (Pasukan Angkatan Pertahanan Bersenjata Timor-Leste), anggota pemerintah dan tamu internasional.
Setelah parade militer, dilanjutkan dengan acara pemberkatan di INTERFET Memorial, yang terletak di bekas heliport pasukan penjaga perdamaian (belakang Istana Kepresidenan Bairo Pite) Dili.
Upacara tersebut menandai dimulainya secara resmi pembangunan INTERFET International Memorial and Museum, yang akan menghormati peran penting INTERFET dalam memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timor-Leste.

Inilah drum band musik dari Tentara Nasional Timor Leste (F-FDTL) dalam aksi parade militer dari Pelabuhan Dili menuju Istana Kepresidenan, Bairro Pite, Dili, merayakan 25 tahun misi INTERFET di Timor Leste. Acara ini berlangsung di Dili pada Sabtu (14/9/2024).
Menteri Kabinet Dewan Menteri, Agio Pereira mengatakan pentingnya sejarah proyek ini, dengan menyatakan bahwa peringatan ini akan menjadi simbol abadi dari keberanian, solidaritas dan harapan. Bukan sekedar penghormatan terhadap masa lalu, tapi juga menjadi mercusuar inspirasi bagi generasi mendatang.
“Hari ini kami memulai pembangunan sebuah ruangan yang akan didedikasikan untuk mengenang mereka yang memperjuangkan perdamaian dan keadilan di Timor-Leste. Karena, Timor-Leste telah mengalami kemajuan pesat sejak masa-masa awal itu. Ketangguhan dan kekuatan rakyat Timor-Leste mengubah negeri yang pernah menghadapi kesulitan besar menjadi negara yang makmur. Kemajuan ini merupakan penghargaan atas upaya kolektif INTERFET dan kemitraan jangka panjang antara Timor-Leste dan Komunitas Internasional”, kata Agio dalam siaran pers yang diakses Trans Timor News pada Sabtu (14/9/2024).
Dia menyatakan bahwa 25 tahun yang lalu, sebagai tanggapan terhadap seruan mendesak untuk perdamaian dan stabilitas, INTERFET – sebuah kekuatan internasional yang terdiri dari laki-laki dan perempuan pemberani dari seluruh dunia yang melangkah maju untuk mendukung rakyat Timor-Leste.
“Misi mereka bukan sekedar operasi militer, namun merupakan ekspresi solidaritas dan komitmen yang mendalam terhadap hak asasi manusia dan keadilan,” tegasnya.
Menteri Agio Pereira juga menyatakan bahwa peringatan ini bukan hanya momen untuk menghormati masa lalu, tetapi juga merupakan kesempatan untuk memperbarui dedikasi terhadap perjalanan perdamaian dan pembangunan bangsa serta dukungan untuk Timor-Leste. “Mari kita rayakan pencapaian masa lalu, sambil menatap masa depan dengan harapan dan tekad,” katanya.
Ia mengakhiri pidatonya dengan mengungkapkan keinginan agar tempat ini diberkati dengan cahaya harapan dan semangat persatuan yang mendefinisikan misi dan membuat komitmen untuk upaya berkelanjutan dalam membangun dunia yang adil dan damai.
Perayaan ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 20 September 2024 malalui upacara khidmat di Markas Besar Dewan Pejuang Pembebasan Nasional. (mik)
