DILI transtimornews.id – Anggota paduan suara dari Keuskupan Baukau, Dili, dan Maliana sebanyak 1.200 orang melakukan latihan terakhir di Tasi-Tolu sebagai persiapan untuk perayaan misa kudus yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus pada 10 September 2024, pukul 16.30 sore.
“Jumlah anggota paduan suara sebelumnya 1.100, namun sekarang berubah menjadi 1.200. Hari ini, kami telah mengumpulkan paduan suara dari tiga keuskupan untuk mencoba dan melihat posisi mereka. Latihan juga dilakukan bersama dengan sekolah orkestra di Timor-Leste,” kata Pastor Casimiro Pinto OFM kepada Trans Timor News di Tasi-Tolu, Sabtu (8/9/2024).

Anggota paduan suara dari Keuskupan Dili, Baukau, dan Maliana sebanyak 1.200 orang mengadakan latihan terakhir di Tasi-Tolu pada Sabtu (7/9/2024).
Dia menyebutkan bahwa grup orkestra yang akan mengiringi misa kudus tersebut berasal dari grup Berliku Lian, sekolah Safrei, sekolah musik Pastor Adérito Victor da Costa dari Baucau, dan lainnya.
Selain orkestra tersebut, dia juga mengatakan bahwa organis yang akan berpartisipasi adalah Mito Freitas, sementara pianisnya bernama Mariska, yang berasal dari agama Protestan.
“Dia ingin berkontribusi, namun kami juga membutuhkan orang yang ahli dalam memainkan instrumen,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa dalam misa kudus tersebut, akan ada 10 lagu mulai dari lagu pembuka hingga lagu penutup. Lagu pembuka akan disertai dengan instrumen budaya seperti dadolen dan babadok yang berirama tebe-tebe, diambil dari Manufahi.
Setelah menyanyikan lagu penutup dan ketika Paus Fransiskus berjalan keliling dan memberikan berkat kepada umat Katolik Timor-Leste, artis Timor, Alberto Pedade “Bepi” dan Maria Vitória “Marvi,” akan menyanyikan dua lagu, yaitu The Prayer dan Jesus Christ, untuk mengiringi langkah Paus Fransiskus.
Pianis dari gereja Protestan, Mariska, menyatakan merasa senang bisa bergabung dengan paduan suara anak-anak sekolah orkestra untuk memuji Tuhan dalam misa kudus yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus di Tasi-Tolu, pada pukul 16.30 sore.
“Tujuannya adalah untuk memuji Tuhan, jadi dengan kunjungan Paus ini, kita bisa memuji Tuhan melalui lagu-lagu ini,” kata pianis tersebut.
Mariska mengatakan bahwa berlatih bersama paduan suara dan kelompok musik dengan berbagai instrumen tidaklah mudah, namun dengan waktu, penyesuaian dapat dilakukan dan hasilnya bisa terlihat indah.
“Dengan kesatuan hati kita, melalui musik, kita memuji nama Tuhan,” ucapnya.
Pianis ini berharap kunjungan Paus akan memperkuat iman dan doa umat Katolik serta memperkuat persatuan di semua gereja dan toleransi antarumat beragama.
Paus Fransiskus akan tiba di Dili, Senin (9/9/2024) pada pukul 14.10 WTL. mik
