Headlines

Sambut Kunjungan Paus Fransiskus, Kota Dili Dibalut Dengan Bendera RDTL dan Vatikan

DILItranstimornews.id – Menyambut kunjungan Paus Fransiskus selaku Pemimpin Umat Katolik Sedunia dan Kepala Negara Vatikan di Timor Leste pada 09 hingga 11 September 2024,  Kota Dili  nampak tidak seperti biasanya. Ibu kota negara Timor Leste itu dibalut dengan  bendera Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan bendera Vatikan.

Berdasarkan pemantaun Trans Timor News (TTN)  di bekas ibu kota Provinsi ke-27 Republik Indonesia itu  pada Sabtu (7/9/2024) menunjukkan  bahwa mulai dari Tasi Tolu, tempat dimana  Paus Frasiskus akan memimpin Misa Kudus pada  Selasa (10/9/2024), terlihat bendera RDTL dan bendera Vatikan menghiasi sepanjang jalan protokol, terutama rute-rute yang akan dilalui Paus Fransiskus dan tempat-tempat yang akan dikunjungi Bapa Suci Paus Fransiskus.

Pemasangan bendera RDTL dan bendera Vatikan sangat menyolok terlihat di Tasi Tolu, Bundaran Patung Presiden Nicolau Lobato, Komoro Dili,  Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Istana Presiden Bairo Pite, Bundaran Patung Presiden RDTL, Francisco Xavier Amaral,  Merkado Lama (Pasar Lama) Kaikoli, Gedung Kongregasi Alma di Pantai Kelapa dan Kedutaan Vatikan di Motael.

Bendera Timor Leste dan Vatikan dikibarkan di sepanjang jalan Timor Leste

Selama berada di Dili, Bapa Suci Paus Fransiskus akan melakukan sejumlah kegiatan dan serangkain pertemuan dengan para tokoh umat yang akan dilakukan di Gereja Katedral Dili, pertemuan dengan 8000 kaum muda di Gedung Merkado Lama, mengunjungi Gedung Kongregasi ALMA di Pantai Kelapa untuk menemui anak-anak disabilitas yang diasuh Suster ALMA, memimpin misa kudus di Tasi Tolu, tempat dimana pada 12 Oktor 1989, Santo Paus Paulus II memimpin misa.

 

3 Titik Masuk Tasi Tolu

Ratusan ribu umat nasrani dan peziarah akan membanjiri kawasan Tasi Tolu pada Selasa (10/9/2024) untuk menghadiri Misa Kudus yang dipersembahkan secara langsung oleh Paus Fransiskus.

Berkaitan dengan hal itu, Wakil Koordinator Kunjungan Paus dari Gereja dan Pastor Paroki Motael, Guilhermino da Silva telah mempresentasikan tiga (3) titik jalan masuk gerbang A, B dan C di Tasi Tolu untuk misa bersama Paus Fransiskus pada 10 September 2024.

“Ada pemandu yang akan menunjukkan jalan bagi umat untuk memasuki area misa. Para sukarelawan akan menemani umat paroki ke tempat mereka masing-masing”, kata Pastor Guilhermino da Silva kepada wartawan di Motael, Rabu  (4/9/2024).

Ini adalah altar yang dibuat pemerintah dan gereja Timor Leste untuk digunakan Paus Fransiskus pada misa kudus  di Tasi Tolu, 10 September 2024

Dikatakan, di area Tasi Tolu telah ditetapkan 3 titik masuk gerbang A, B dan C dengan pintu nomor 01 sampai 08 yang diatur agar memudahkan setiap umat nasrani dan para peziarah dari setiap distrik bisa terorganisir sampai ke tempat yang sudah disediakan.

Pastor Guilhermino menjelaskan jadwal dan titik masuk bagi umat nasrani dan peziarah lokal maupun internasional yaitu untuk umat nasrani dari Dili masuk melalui titik masuk gerbang A di pintu nomor 01 – 07 pada pukul 07:30 – 13:40 WTL, peziarah dari Baukau melalui gerbang B di pintu nomor 01 – 07 pada pukul 07:30 – 09:00 WTL, peziarah dari Bobonaro masuk melalui gerbang B di pintu nomor 01 – 07 pada pukul 09:00 – 10:00 WTL, peziarah dari Vikeke melalui gerbang A di pintu nomor 08 pada pukul 09:00 – 10:00 WTL, peziarah dari Ermera masuk  melalui gerbang B di pintu nomor 01 – 07 pada pukul 10:00 – 11:00 WTL, peziarah dari Manatuto masuk melalui gerbang A di pintu nomor 08 pada pukul 10:00 – 11:00 WTL.

Peziarah dari Likisa masuk melalui gerbang B di pintu nomor 01 – 07 pada pukul 11:00 – 12:00 WTL, peziarah dari Lautém masuk melalui gerbang B di pintu nomor 08 pada pukul 11:00 – 12:00 WTL, peziarah dari Ainaro masuk melalui gerbang A di pintu nomor 07 – 08 pada pukul 12:00 – 13:00 WTL, peziarah RAEOA-Oekusi masuk melalui gerbang B di pintu nomor 01 – 07 pada pukul 12:00 – 13:00 WTL, peziarah Aileu melalui gerbang A di pintu nomor 07 pada pukul 13:00 – 13:40 WTL, peziarah Kovalima gerbang B di pintu nomor 01 – 04 pada pukul 13:00 – 13:40 WTL, peziarah Manufahi melalui gerbang A di pintu nomor 08 pada pukul 13:00 – 13:40 WTL dan peziarah Ataúro melalui gerbang B di pintu nomor 06 – 07 pada pukul 13:00 – 13:40 WTL.

Sedangkan bagi umat nasrani yang tidak mendaftarkan diri  dan peziarah internasional akan masuk melalui Gerbang C di pintu nomor 01 pada pukul 07:30-13:40 WTL. Sementara umat nasrani dan peziarah internasional akan masuk melalui gerbang B di pintu nomor 05 mulai pada pukul 13.00-13.40 WTL.

“Setiap gerbang dan pintu akan menampung relawan dan tim keamanan untuk melakukan SCANER yang terdiri dari anggota Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) dan Pasukan Pertahanan Timor-Leste (F-FDTL),”  kata Pastor Guilhermino.

Komandan Satuan Gabungan dari F-FDTL, Kolonel Domingos Soares “Dobu” juga mengatakan bahwa pihak PNTL dan F-FDTL akan melakukan pengecekan pada setiap umat nasrani dan peziarah yang akan masuk di Tasi Tolu.

“Pengecekan yang kami lakukan adalah dengan melakukan screening apakah ada yang datang dengan benda-benda tajam atau semacamnya,” tuturnya.

Kolonel Dobu menegaskan bahwa personil dari F-FDTL dan PNTL akan dibantu dengan 1000 relawan dari gereja seperti Pramuka Gereja, Misdinar dan relawan yang sudah dipilih oleh gereja. (Laporan Mikael Mali Mau, kontributor Trans Timor News dari Dili Timor Leste)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *