
FATULOTU — Kondisi sarana sanitasi dan WC umum di Pasar Mingguan Lahurus, Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, kini memprihatinkan. Fasilitas yang seharusnya menunjang kenyamanan pengunjung dan pedagang ini terlihat tidak terurus, kotor, bahkan tidak layak digunakan.
Kondisi tersebut memicu keluhan luas dari warga maupun pelaku usaha yang beraktivitas di pasar. Masyarakat meninjau kewajaran pemungutan retribusi yang tetap dilakukan setiap kali kegiatan pasar berlangsung, sementara pelayanan dan kebersihan tidak terjaga sebagaimana mestinya.
“Setiap hari pasar diadakan, retribusi tetap kami bayar. Namun WC-nya kotor, bau, tidak ada air, tidak ada yang membersihkan. Untuk apa uang yang dikumpulkan dari kami?” ungkap salah satu pedagang yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Senin(28/9/2026).
Keluhan serupa disampaikan sejumlah warga. Mereka menegaskan, pembayaran retribusi hendaknya diimbangi dengan pemeliharaan fasilitas umum, termasuk kebersihan toilet, ketersediaan air bersih, serta perawatan bangunan pasar. Jika sarana tidak terurus, warga melihat transparansi pengelolaan keuangan pasar tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pengelola pasar maupun Pemerintah Desa Fatulotu terkait keluhan tersebut. Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun meninjau lokasi, memperbaiki fasilitas yang rusak, serta menjelaskan alokasi dana retribusi yang dikumpulkan dari kegiatan pasar.
Warga juga meminta agar pengelolaan pasar dilakukan secara transparan dan akuntabel, sehingga retribusi yang penyedianya benar-benar kembali untuk meningkatkan kenyamanan dan keberlangsungan pasar yang sehat dan bersih. RIAN96
