
HAEKESAK — Rabu, 2 September 2026 — Pagi ini, dalam renungan hariannya, Romo Fransiskus Dari Sales Mea Teku, Pr.Pastor Paroki Haekesak, mengajak seluruh umat untuk meninggalkan sifat keduniawian dan bertumbuh menjadi orang percaya yang dewasa secara spiritual.
Mengambil teladan dari teguran Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, Romo Fransiskus menggambarkan betapa berbahayanya jika kehidupan rohani tetap berada pada tahap “bayi rohani” — ditandai dengan adanya rasa iri hati, perpecahan, dan kejadian, bahkan hingga mengidolakan para pemimpin tertentu secara berlebihan.
“Rasul Paulus menegaskan bahwa ia dan Apolos hanyalah pelayan, alat yang dipakai Tuhan. Yang menanam dan menyiram tidaklah penting — yang paling utama adalah Allah yang memberi pertumbuhan.”
Semua pelayan Tuhan, selanjutnya, memiliki satu tujuan yang sama. Jemaat diibaratkan sebagai ladang dan bangunan milik Allah; setiap pelayan bekerja bersama-sama di bawah pimpinan-Nya.
Romo Fransiskus pun mengajak umat untuk memikirkan dan memeriksa diri sendiri: Apakah hidup dan pelayanan kita fokus pada Keagungan Tuhan, atau sekadar mencari pujian dan pengakuan manusia?
Kedewasaan rohani terlihat dari sikap rendah hati, tidak mudah iri hati, serta menjaga keutuhan dalam kebersamaan. Segala hasil dan pertumbuhan — baik dalam kehidupan rohani maupun pelayanan — murni berasal dari kekuasaan Tuhan, bukan karena kemampuan manusia.
Mari kita belajar dari Rasul Paulus dan Apolos: bekerja sama, bukan untuk mendapat pujian manusia, melainkan untuk kemuliaan nama Tuhan semata.Tuhan mewujudkan kita. RM96
